Indonesia pertahankan harga BBM, DPR dorong subsidi lebih tepat sasaran

Indonesia pertahankan harga BBM, DPR dorong subsidi lebih tepat sasaran
Harga BBM Tetap, DPR Dukung

Pemerintah memastikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak naik per 1 April 2026, menurut artikel ini, di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi menekan biaya energi. Kebijakan itu dinilai membantu menahan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat agar target pertumbuhan ekonomi tidak terganggu. Dalam tanggapannya, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendukung penahanan harga terutama untuk Pertalite dan Solar.

Sorotan

  • Indonesia mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar untuk menjaga konsumsi domestik dan stabilisasi inflasi di tengah risiko geopolitik.
  • Indonesia, Malaysia, dan Brunei, sebagai negara produsen minyak mentah, tetap menahan harga BBM domestik dengan RON 95 di Malaysia sekitar 1,99 ringgit/liter dan premium di Brunei sekitar 0,53 dolar Brunei/liter.
  • DPR mendorong subsidi BBM difokuskan pada transportasi publik dan logistik, termasuk bus, truk, kereta api, dan ferry, guna menekan biaya operasional sektor tersebut.

Stabilitas harga energi pada awal April

Penahanan harga BBM diposisikan sebagai langkah untuk menjaga konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi nasional tetap stabil. Bambang Haryo Soekartono menyatakan kebijakan tersebut relevan ketika risiko eksternal meningkat akibat situasi geopolitik kawasan. Menurut dia, kestabilan harga energi ikut menopang pengendalian inflasi dan menjaga kemampuan belanja masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen memerlukan dukungan dari biaya energi yang terkendali. Karena itu, keputusan tidak menaikkan harga BBM subsidi dinilai memberi ruang bagi sektor produktif dan konsumsi domestik. Fokus utamanya berada pada jenis BBM yang banyak digunakan masyarakat luas, khususnya Pertalite dan Solar.

Perbandingan dengan negara produsen minyak di kawasan

Dalam penjelasannya, Bambang mencontohkan Malaysia yang masih mempertahankan harga BBM subsidi pada level rendah. RON 95 di negara itu disebut berada di kisaran 1,99 ringgit atau sekitar Rp8.800 per liter, sedangkan diesel sekitar 2,15 ringgit atau Rp9.000 per liter. Ia menyebut kondisi serupa juga terlihat di Brunei Darussalam.

Di Brunei, harga premium disebut bertahan di sekitar 0,53 dolar Brunei atau sekitar Rp6.400 per liter, sementara RON 97 berada di level 0,88 dolar Brunei atau setara Rp10.700 per liter tanpa subsidi. Menurut Bambang, Indonesia, Malaysia, dan Brunei sama-sama merupakan negara penghasil minyak mentah. Dengan posisi tersebut, ia menilai ketiga negara memiliki kapasitas untuk menjaga kestabilan harga energi domestik.

Usulan subsidi untuk transportasi publik dan logistik

Meski mengapresiasi keputusan pemerintah, Bambang menyatakan ruang fiskal tetap menjadi faktor penting dalam kebijakan energi berikutnya. Jika kemampuan fiskal memadai, ia berharap pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi, terutama bagi sektor transportasi publik massal dan distribusi barang. Sektor yang disebut mencakup bus, truk, kereta api, kapal penumpang laut, serta angkutan penumpang penyeberangan ferry.

Arah usulan itu menunjukkan dorongan agar subsidi energi lebih terfokus pada pengguna yang berdampak langsung pada mobilitas publik dan rantai pasok. Pendekatan tersebut juga berpotensi menekan biaya logistik dan tarif transportasi jika harga energi tetap terkendali. Dalam konteks bisnis, kestabilan harga BBM untuk segmen tersebut dapat membantu menjaga efisiensi operasional di sektor transportasi dan perdagangan.

Sebelumnya, kami melaporkan keputusan pemerintah untuk tidak menyesuaikan harga BBM subsidi maupun non-subsidi per 1 April 2026 di tengah isu kenaikan yang memicu antrean di sejumlah SPBU. Laporan tersebut menekankan koordinasi pemerintah untuk menjaga stok dan kelancaran distribusi, sekaligus meredam panic buying serta menjaga daya beli dan stabilitas biaya operasional sektor transportasi dan usaha kecil.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.