Menurut data penutupan perdagangan yang dikutip dalam artikel, pasar saham Indonesia berakhir di zona negatif pada Selasa, 7 April 2026, setelah IHSG sempat dibuka rebound. Pelemahan indeks utama terjadi di tengah dominasi saham yang turun dibanding yang naik, dengan 431 saham melemah, 261 saham menguat, dan 266 saham stagnan. Aktivitas perdagangan tercatat mencapai Rp13,3 triliun dari 25,4 miliar saham yang diperdagangkan.
Sorotan
- IHSG ditutup turun 0,26 persen ke 6.971 dengan nilai transaksi bursa harian mencapai Rp13,3 triliun pada sesi penutupan.
- Indeks acuan utama seperti LQ45, JII, IDX30, dan MNC36 kompak melemah, tekanan jual meluas ke saham berkapitalisasi besar dan syariah.
- Meski pasar cenderung melemah, saham PMJS naik 34,82 persen ke Rp151, KUAS melonjak 29,41 persen ke Rp110, dan ESIP naik 25,19 persen ke Rp106.
Pergerakan indeks dan sektor pada penutupan
IHSG ditutup turun 18,40 poin atau 0,26 persen ke level 6.971. Pelemahan ini juga diikuti oleh sejumlah indeks acuan lain, termasuk LQ45 yang turun 0,86 persen ke 701, JII yang turun 0,43 persen ke 474, IDX30 yang melemah 1,54 persen ke 382, serta MNC36 yang turun 1,35 persen ke 298. Gambaran ini menunjukkan tekanan penjualan tidak hanya terjadi pada indeks utama, tetapi juga pada kelompok saham berkapitalisasi besar dan saham syariah.
Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona merah. Sektor yang melemah mencakup konsumer non siklikal, konsumer siklikal, industri, properti, teknologi, bahan baku, dan kesehatan. Di sisi lain, sektor energi, keuangan, dan infrastruktur masih mencatat penguatan dan menjadi penahan pelemahan pasar yang lebih dalam.
Saham penguat menonjol dan arti bagi pasar
Di tengah koreksi IHSG, beberapa saham tetap membukukan kenaikan tajam. PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) naik 34,82 persen ke Rp151, PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) menguat 29,41 persen ke Rp110, dan PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) bertambah 25,19 persen ke Rp106. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa minat investor masih muncul secara selektif pada saham tertentu meski indeks gabungan ditutup melemah.
Bagi pelaku pasar, komposisi pergerakan tersebut menandakan perdagangan berlangsung dengan sentimen yang bercampur. Dominasi saham yang turun menunjukkan tekanan pasar secara luas masih terasa, namun penguatan pada beberapa sektor dan top gainers memberi sinyal bahwa rotasi dana tetap terjadi. Kondisi ini penting diperhatikan investor untuk membaca arah minat pasar pada sesi perdagangan berikutnya.
Sebelumnya, kami melaporkan pergerakan IHSG yang tertekan pada sesi I perdagangan Jakarta, setelah sempat dibuka menguat lalu berbalik melemah ke area 6.969. Dalam laporan tersebut, tekanan jual terlihat dominan dengan mayoritas saham dan sejumlah sektor utama bergerak di zona merah, sehingga membebani kinerja indeks hingga siang hari.
Berita Terbaru
- Forex
- Crypto