Harga BBM Pertamina bertahan stabil di Jakarta saat formula nonsubsidi masih dibahas

Harga BBM Pertamina bertahan stabil di Jakarta saat formula nonsubsidi masih dibahas
Harga BBM Jakarta stabil

Harga bahan bakar minyak Pertamina di Jakarta pada Jumat, 17 April 2026, tidak berubah meski harga minyak dunia sedang naik. Pemerintah juga menyatakan harga BBM subsidi tetap tidak naik hingga akhir 2026, sementara formula penyesuaian untuk BBM nonsubsidi masih menunggu keputusan.

Sorotan

  • Harga BBM Pertamina di Jakarta per 17 April 2026 tetap stabil untuk seluruh jenis utama meski formula BBM nonsubsidi belum diputuskan pemerintah.
  • Pertalite dipatok Rp10.000 per liter, Biosolar subsidi Rp6.800, Pertamax Rp12.300, Pertamax Green Rp12.900, Pertamax Turbo Rp13.100, Dexlite Rp14.200, dan Pertamina Dex Rp14.500.
  • Jaminan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026 menjaga daya beli masyarakat dan membedakan skema subsidi dari mekanisme nonsubsidi.

Daftar harga dan status kebijakan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, harga BBM Pertamina pada 17 April 2026 di Jakarta masih bertahan di seluruh jenis utama yang dipasarkan kepada konsumen. Kondisi ini terjadi ketika pembahasan mengenai formula penghitungan harga BBM nonsubsidi belum diputuskan pemerintah.

Untuk periode tersebut, Pertalite dipatok Rp10.000 per liter, Biosolar subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Green Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.

Dampak bagi konsumen dan pasar energi

Stabilnya harga menjaga kepastian biaya energi bagi rumah tangga dan pelaku usaha di tengah tekanan dari lonjakan harga minyak dunia. Bagi pasar, belum adanya keputusan atas formula BBM nonsubsidi menandakan arah penyesuaian harga masih bergantung pada kebijakan pemerintah dalam periode berikutnya.

Di sisi lain, jaminan bahwa harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026 memberi ruang perlindungan bagi daya beli masyarakat. Kebijakan itu juga menjadi pembeda penting antara skema subsidi dan mekanisme penetapan harga untuk produk nonsubsidi.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kepastian pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi hingga akhir 2026, kami menjelaskan bahwa kebijakan ini disampaikan setelah rapat terbatas di Istana pada 16 April 2026. Kami juga mencatat stok bensin, solar, dan LPG disebut berada di atas standar minimum, serta pemerintah menilai APBN masih cukup kuat bahkan jika ICP naik hingga US$100 per barel.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.