Bareskrim Polri bongkar penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi, potensi rugi negara Rp 243 miliar

Bareskrim Polri bongkar penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi, potensi rugi negara Rp 243 miliar
Bareskrim bongkar subsidi BBM

Pengawasan distribusi energi bersubsidi kembali menjadi sorotan setelah polisi mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam penindakan selama 7 hingga 20 April 2026, kasus ini mencakup ratusan laporan polisi, ratusan tersangka, serta barang bukti dalam jumlah besar.

Sorotan

  • Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri mengungkap penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi yang berpotensi merugikan negara Rp 243.669.600.800 selama 13 hari.
  • Selama 7-20 April 2026, polisi menindak 223 laporan dengan 330 tersangka, menyita 403.158 liter solar, 58.656 liter pertalite, 13.346 tabung gas elpiji, dan 161 kendaraan.
  • Penyalahgunaan melibatkan oknum SPBU, pengalihan isi tabung LPG ke segmen non-subsidi, serta menyoroti kebutuhan pengawasan distribusi energi bersubsidi dan pengendalian barcode di SPBU.

Rincian pengungkapan dan pola pelanggaran

Seperti diberitakan Kompas.com, Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri mengungkap kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi dengan estimasi kerugian keuangan negara sekitar Rp 243.669.600.800 selama 13 hari. Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menyatakan pengungkapan berlangsung dari 7 hingga 20 April 2026 dan dipaparkan dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada 21 April 2026.

Selama periode itu, polisi menindak 223 laporan polisi dengan 330 tersangka. Barang bukti yang diamankan meliputi 403.158 liter solar, 58.656 liter pertalite, 13.346 tabung gas elpiji, serta 161 unit kendaraan roda empat dan roda enam.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni mengatakan salah satu modus yang kerap digunakan adalah pembelian solar subsidi secara berulang di sejumlah SPBU. BBM tersebut kemudian ditampung dan ditimbun di pangkalan sebelum disalurkan ke industri di sekitar wilayah.

Modus lain dilakukan dengan memakai truk yang telah dimodifikasi agar memiliki tangki berkapasitas lebih besar. Pelaku juga disebut menggunakan pelat nomor palsu untuk menghindari pengawasan, serta berganti kendaraan maupun barcode agar dapat berulang kali membeli BBM subsidi.

Dampak pada distribusi subsidi dan penegakan hukum

Bareskrim juga mengungkap adanya praktik kerja sama dengan oknum petugas SPBU untuk memperoleh kuota BBM yang lebih besar. Kepolisian menegaskan akan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, termasuk bila terdapat aparat atau pegawai negeri, dengan menggunakan pasal tindak pidana korupsi dan penelusuran aset pelaku.

Dalam kasus LPG subsidi, pelaku memindahkan isi tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram dan 50 kilogram untuk dijual ke segmen non-subsidi. Praktik ini disebut marak di wilayah penyangga Jakarta karena akses distribusinya memudahkan pasokan ke kawasan industri, restoran, dan hotel.

Pengungkapan ini menunjukkan risiko kebocoran dalam rantai distribusi energi bersubsidi yang berdampak langsung pada fiskal negara dan ketersediaan pasokan bagi kelompok sasaran. Bagi sektor hilir migas dan distribusi LPG, kasus tersebut juga menambah tekanan untuk memperketat pengawasan pembelian di SPBU, pemakaian barcode, serta pengendalian penyaluran ke pengguna akhir.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan harga BBM non-subsidi, kami menyoroti bahwa pergerakan harga mengikuti formula yang mengacu pada harga internasional, kurs, biaya distribusi, dan margin, sehingga fluktuasinya dipandang sebagai konsekuensi mekanisme pasar. Ulasan tersebut juga mencatat sorotan DPR yang meminta penjelasan pemerintah, sembari menekankan batas peran negara: menjelaskan aturan main, bukan merespons setiap kenaikan sebagai keputusan politik harian.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.