Indonesia soroti peluang keluar dari pertumbuhan ekonomi 5 persen

Indonesia soroti peluang keluar dari pertumbuhan ekonomi 5 persen
Peluang ekonomi pasca 5%

Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia menguat setelah laju pada akhir 2025 menunjukkan percepatan dibandingkan rata-rata tahunan satu dekade terakhir. Pemerintah menilai capaian kuartal IV-2025 memberi sinyal transisi ekonomi nasional meski tekanan global masih membebani aktivitas ekonomi.

Sorotan

  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen, melampaui pertumbuhan tahunan 2025 sebesar 5,11 persen menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
  • Pertumbuhan akhir 2025 menjadi sinyal kuat transisi menuju fase ekonomi lebih baik, meski menghadapi tekanan eksternal dari geopolitik dan suku bunga global tinggi.
  • Pemerintah menilai kebijakan fiskal domestik efektif menopang pertumbuhan, terbukti kemampuan Indonesia mempertahankan laju ekonomi di tengah perlambatan dan gangguan rantai pasok global.

Sinyal penguatan pada akhir 2025

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia berpeluang lepas dari pola pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang bertahan selama sekitar 10 tahun. Dalam Simposium PT SMI 2026 di Jakarta pada Rabu, 22 April 2026, ia menyoroti pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan tahunan 2025 sebesar 5,11 persen.

Purbaya menyebut angka pada akhir 2025 itu sebagai sinyal kuat bahwa ekonomi nasional mulai bergerak ke fase yang lebih baik. Menurut dia, capaian tersebut menjadi indikator penting karena terjadi saat perekonomian masih menghadapi tekanan dari lingkungan eksternal yang berat.

Tekanan global dan implikasi kebijakan fiskal

Purbaya mengatakan kondisi global saat ini tetap tidak stabil, dengan konflik geopolitik yang meningkat, fragmentasi rantai pasok, serta suku bunga global yang masih tinggi. Ia juga menekankan banyak negara sedang mengalami perlambatan pertumbuhan, sehingga kinerja Indonesia dinilai relatif tangguh di tengah situasi tersebut.

Menurutnya, kemampuan Indonesia mempertahankan bahkan meningkatkan laju pertumbuhan di tengah gangguan rantai pasok dunia menunjukkan kebijakan fiskal domestik berjalan efektif. Pandangan itu memperkuat pesan pemerintah bahwa pengelolaan fiskal tetap menjadi penopang utama untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional.

Roadshow investor Purbaya Yudhi Sadewa ke AS menyoroti upaya pemerintah menegaskan disiplin fiskal Indonesia di tengah kekhawatiran pasar soal defisit anggaran dan beban subsidi. Dalam pertemuan dengan investor besar dan forum di Washington DC, ia menekankan komitmen menjaga batas defisit 3%, adanya bantalan fiskal Rp420 triliun, serta keyakinan pemerintah bahwa APBN tetap sehat meski ketidakpastian global meningkat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.

Berita ATG Markets Terbaru