Indonesia dorong kapasitas PLTS 100 GW untuk percepat transisi energi
Indonesia mempercepat agenda transisi energi dengan menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt dalam periode 2026 hingga 2028. Target itu diposisikan sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional dan penyusunan ulang peta jalan energi yang selaras dengan sasaran Net Zero Emission 2060.
Sorotan
- Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS sebesar 100 GW dalam periode 2026-2028 untuk percepatan transisi energi Indonesia.
- Pemerintah sedang memperbarui Rencana Umum Energi Nasional dengan fokus pada energi terbarukan, khususnya PLTS, guna mengejar target Net Zero Emission 2060.
- Target 100 GW PLTS membuka peluang investasi, perluasan rantai pasok teknologi surya, dan pembangunan infrastruktur kelistrikan skala besar di sektor energi nasional.
Target PLTS dan pembaruan rencana energi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, percepatan pengembangan tenaga surya ini disampaikan dalam forum Solartech Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta dan menjadi bagian dari dorongan pemerintah untuk memperbesar porsi energi bersih.Sekretaris Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Sahid Junaidi, mengatakan pemerintah sedang menyusun Rencana Umum Energi Nasional terbaru yang diselaraskan dengan target Net Zero Emission 2060. Ia menyatakan energi surya memiliki potensi terbesar dibandingkan sumber energi baru terbarukan lain, termasuk melalui pengembangan PLTS atap.
Menurut Sahid, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 GW dalam dua sampai tiga tahun ke depan, yakni 2026 hingga 2028. Pemerintah menilai percepatan ini penting untuk mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Dukungan PLN Indonesia Power dan implikasi sektor
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan keikutsertaan perusahaannya dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung percepatan transisi energi nasional. Dukungan itu mencakup pengembangan energi bersih melalui pembangunan infrastruktur dan pembangkit berbasis tenaga surya.Forum itu juga menampilkan sejumlah inovasi lain yang terkait dengan transisi energi, termasuk pengembangan panas bumi dan tenaga surya. Bagi sektor energi Indonesia, target 100 GW membuka ruang investasi, perluasan rantai pasok teknologi surya, dan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk mengintegrasikan kapasitas pembangkit terbarukan yang lebih besar.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kunjungan delegasi Vietnam Electricity (EVN) ke Hydrogen Center Senayan, kami membahas penguatan kolaborasi regional untuk mempercepat transisi energi dan adopsi teknologi bersih. PLN Indonesia Power menekankan hidrogen sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi kelistrikan, dengan benchmarking dan pertukaran pengetahuan untuk meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan pembangkit di Indonesia.
Berita TrioMarkets Terbaru
- Forex
- Crypto