Saham big banks Indonesia bergerak terbatas di tengah net sell asing

Saham big banks Indonesia bergerak terbatas di tengah net sell asing
Saham big banks stagnan

Pergerakan saham bank-bank berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia masih tertahan pada penutupan perdagangan Rabu, 29 April 2026, saat minat beli belum mampu membentuk penguatan yang solid. Tekanan jual investor asing tetap menjadi penahan utama, meski sebagian emiten perbankan mulai merilis kinerja kuartal I-2026 yang membantu membatasi pelemahan lebih dalam.

Sorotan

  • Pada penutupan akhir April 2026, BBNI naik 0,26% ke Rp 3.800, BMRI stagnan di Rp 4.430, BBRI di Rp 3.070, dan BBCA turun 0,42% ke Rp 5.975.
  • BMRI mencatat net sell asing terbesar Rp 443,80 miliar, diikuti BBCA Rp 307,73 miliar dan BBRI Rp 69,64 miliar, sementara BBNI net buy Rp 32,12 miliar.
  • Sentimen global dan fluktuasi rupiah menahan rebound saham big banks, dengan akumulasi bertahap direkomendasikan, fokus utama pada BMRI dan BBNI karena valuasi menarik.

Pergerakan harga dan arus dana pada akhir April 2026

KONTAN Indonesia melaporkan saham empat bank besar mencatat pergerakan yang cenderung terbatas pada penutupan perdagangan. Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik tipis 0,26% ke Rp 3.800 per saham, sementara Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI) berakhir stagnan masing-masing di Rp 3.070 dan Rp 4.430, setelah sempat menguat pada awal sesi.

Di sisi lain, Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,42% ke Rp 5.975 per saham, setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp 6.025 pada sesi pertama. Data aliran dana asing menunjukkan BMRI mencatat net sell terbesar senilai Rp 443,80 miliar, diikuti BBCA Rp 307,73 miliar dan BBRI Rp 69,64 miliar, sedangkan BBNI menjadi satu-satunya saham yang membukukan net buy sebesar Rp 32,12 miliar.

Sentimen global dan rekomendasi akumulasi bertahap

Head Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, sebelumnya memproyeksikan saham big banks masih berpotensi tertekan sepanjang pekan ini. Ia menilai sentimen global, termasuk pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan fluktuasi nilai tukar rupiah, masih memengaruhi arah pergerakan saham perbankan besar.

Namun, laporan kinerja kuartal I-2026 dari emiten perbankan dinilai membantu menahan tekanan yang lebih dalam. Dari empat bank besar, BBCA, BMRI, dan BBNI telah mencatatkan kinerja positif, sementara laporan kinerja BBRI dijadwalkan rilis pada Kamis, 30 April 2026.

Ke depan, Wafi memperkirakan pergerakan saham big banks masih cenderung sideways dengan peluang rebound teknikal yang terbatas, tanpa breakout signifikan dalam waktu dekat. Ia merekomendasikan strategi akumulasi bertahap, dengan BMRI dan BBNI sebagai pilihan utama karena valuasi dinilai lebih menarik dan sinyal kinerjanya sudah terlihat solid.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan saham bank-bank berkapitalisasi besar yang masih terbatas, kami mencatat BMRI dan BBNI sempat bertahan menguat pada sesi pertama sementara BBCA melemah dan BBRI stagnan. Kami juga menyoroti tekanan sentimen global—termasuk penantian pengumuman MSCI dan fluktuasi rupiah—serta peluang rebound teknikal yang didukung rilis kinerja kuartal I-2026, dengan strategi akumulasi bertahap dan fokus pada BMRI serta BBNI.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.