Saham Himbara rebound seiring ekspektasi suku bunga dan arus dana asing

Saham Himbara rebound seiring ekspektasi suku bunga dan arus dana asing
Saham Himbara menguat tajam

Saham bank-bank BUMN berbalik menguat pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Mei 2026, setelah sebelumnya berada dalam tren pelemahan harga. Penguatan ini terjadi di tengah harapan penurunan suku bunga acuan, dukungan likuiditas perbankan, dan minat investor asing yang mulai meningkat pada saham perbankan besar.

Sorotan

  • Saham Himbara mencatat rebound pada Selasa, dipimpin BBRI naik 3,62% ke Rp3.150 dan BBNI naik 2,08% ke Rp3.920.
  • Sentimen positif didorong ekspektasi penurunan suku bunga Bank Indonesia dan global, likuiditas Himbara yang didukung saldo anggaran serta masuknya dana asing.
  • KISI merekomendasikan BBRI (target Rp6.800), BMRI (Rp7.200), dan BBNI (Rp6.000), menyoroti segmen UMKM dan prospek pemulihan kredit korporasi.

Kenaikan saham dan katalis jangka pendek

Seperti dilaporkan KONTAN, seluruh saham Himbara menutup perdagangan Selasa dengan kenaikan, dipimpin PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 3,62% ke Rp3.150. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 2,08% ke Rp3.920, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 1,68% ke Rp1.820, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bertambah 1,58% ke Rp4.490, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 0,37% ke Rp1.365.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan ada sejumlah katalis yang memengaruhi pergerakan saham Himbara saat ini. Menurut dia, ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dan global berpotensi menekan cost of fund, sementara likuiditas perbankan juga mendapat dukungan dari penempatan dana saldo anggaran lebih di Himbara serta stimulus.

Wafi menilai valuasi bank-bank besar milik negara sudah terkoreksi cukup dalam sehingga ruang rebound menjadi lebih menarik. Ia juga melihat indikasi arus masuk dana asing mulai deras, meski pergerakan jangka pendek masih cenderung volatil dan tetap sensitif terhadap arah suku bunga, stabilitas rupiah, serta pertumbuhan kredit.

Rekomendasi saham dan implikasi sektor perbankan

Untuk prospek kredit, perhatian utama tetap tertuju pada segmen UMKM dan konsumsi, termasuk kualitas asetnya. Wafi menilai reli masih bisa berlanjut bila data makro mendukung dan aliran dana asing tetap konsisten, tetapi tekanan global dapat memicu koreksi dengan cepat.

Pilihan utama Wafi jatuh pada BBRI karena dinilai kuat di segmen UMKM, dengan target harga Rp6.800. Ia juga merekomendasikan BMRI dengan target Rp7.200 karena pertumbuhan neraca yang solid, serta BBNI dengan target Rp6.000 karena pemulihan kredit korporasi mulai terlihat.

Sementara itu, BBTN direkomendasikan untuk trading buy karena karakter pergerakannya yang high beta. Arah saham Himbara selanjutnya masih bergantung pada kombinasi pelonggaran suku bunga, ketahanan rupiah, dan kemampuan bank-bank besar menjaga ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas aset.

Wacana kredit rakyat berbunga maksimal 5% yang sempat kami ulas sebelumnya memicu perdebatan soal dampaknya bagi bank-bank Himbara, terutama pada tekanan margin jika biaya dana tidak ikut turun. Kami menyoroti bahwa skema tersebut berisiko menggerus net interest margin atau memindahkan beban ke APBN lewat subsidi, sekaligus meningkatkan potensi moral hazard dan NPL bila penyaluran kredit menjadi kurang selektif.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.