OJK nilai stabilitas sektor keuangan Indonesia tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menambah tekanan pada perekonomian global, terutama melalui gangguan jalur energi dan perdagangan internasional. Di tengah situasi itu, Otoritas Jasa Keuangan menyatakan stabilitas industri jasa keuangan nasional tetap kondusif di Indonesia.
Sorotan
- OJK menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga meski konflik Timur Tengah menutup Selat Hormuz dan mengganggu rantai pasok energi global.
- IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% untuk 2026 dan menilai risiko stagflasi meningkat akibat fragmentasi geopolitik serta tekanan utang.
- Kenaikan inflasi global memicu pengetatan kebijakan moneter oleh negara maju, namun The Fed tetap mempertahankan suku bunga acuan pada akhir April 2026.
Konteks gejolak global dan posisi OJK
Seperti disampaikan Otoritas Jasa Keuangan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026, otoritas menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga meski dinamika ekonomi global memburuk akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan ketegangan di kawasan tersebut memicu penutupan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Blokade pada jalur pelayaran dan perdagangan vital itu menghambat rantai pasok energi global dan memperbesar ketidakpastian terhadap harga minyak dunia.
Menurut Friderica, kondisi itu ikut mendorong International Monetary Fund, IMF, memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Dalam World Economic Outlook April 2026, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,1% pada 2026 dan menilai risiko stagflasi meningkat di tengah fragmentasi geopolitik, tekanan utang, dan gangguan rantai pasok.
Dampak inflasi global dan kebijakan moneter
OJK juga menyoroti kenaikan inflasi global sebagai dampak lanjutan dari ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Tekanan inflasi tersebut dipicu oleh lonjakan harga komoditas dan energi, yang kemudian mendorong sejumlah bank sentral di negara maju memperketat kebijakan moneternya.Di tengah tekanan itu, Friderica mengatakan The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dalam rapat Federal Open Market Committee pada akhir April 2026. Gambaran ini menunjukkan risiko eksternal terhadap pasar keuangan masih tinggi, namun OJK menilai sektor jasa keuangan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang stabil.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang kinerja pasar keuangan domestik hingga akhir April 2026, kami mengulas tekanan tajam pada IHSG yang turun 19,55% year-to-date di tengah ketidakpastian global. Pada saat yang sama, kami mencatat pasar obligasi dan industri reksa dana justru menguat, mencerminkan ketahanan likuiditas pada sebagian instrumen keuangan meski volatilitas masih tinggi.
Berita Iran war Terbaru
- Forex
- Crypto