Danantara mulai beli saham emiten melalui manajer investasi, sasar BUMN dan swasta

Danantara mulai beli saham emiten melalui manajer investasi, sasar BUMN dan swasta
Danantara masuk pasar modal

Danantara Indonesia mulai masuk ke pasar modal dengan membeli saham sejumlah emiten melalui manajer investasi yang dipilih. Langkah ini mencakup perusahaan BUMN dan swasta, dengan fokus pada emiten yang dinilai memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang baik.

Sorotan

  • Danantara Indonesia mulai menempatkan dana untuk membeli saham BUMN dan swasta melalui sejumlah manajer investasi guna membagi risiko.
  • Skema investasi Danantara dirancang mendorong manajer investasi menjaga kehati-hatian lewat kompensasi berbasis kinerja.
  • Pendekatan Danantara berpotensi memperluas aliran dana institusi ke emiten non-BUMN dan memperkuat peran manajer investasi di pasar modal Indonesia.

Strategi investasi lewat manajer investasi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir mengatakan lembaganya kini mulai menempatkan dana untuk membeli saham melalui sejumlah manajer investasi. Ia menyebut Danantara tidak bertransaksi secara langsung, melainkan menyebar penempatan dana melalui banyak pengelola untuk membagi risiko investasi.

Pandu tidak merinci manajer investasi yang telah dipilih untuk mengelola dana tersebut. Menurut dia, skema itu juga dirancang agar manajer investasi terdorong menjaga kehati-hatian karena kinerja yang baik akan diikuti pembagian hasil dengan Danantara.

Ia menegaskan cakupan investasi Danantara tidak terbatas pada saham perusahaan pelat merah. Selain BUMN, Danantara juga menempatkan dana pada perusahaan swasta yang dinilai memiliki fundamental dan prospek usaha yang baik ke depan.

Dampak bagi emiten dan komunikasi pasar

Pandu juga meminta tim investor relations setiap perusahaan memperkuat narasi pertumbuhan bisnis masing-masing. Menurut dia, cara perusahaan menyampaikan prospek usaha kepada pasar domestik dan internasional menjadi faktor penting agar manajer investasi memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum masuk ke suatu saham.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa akses dana institusi di pasar modal tidak hanya ditentukan oleh kondisi fundamental, tetapi juga oleh kualitas komunikasi emiten kepada investor. Bagi pasar saham Indonesia, pendekatan Danantara ini berpotensi memperluas aliran dana ke emiten non-BUMN sekaligus memperkuat peran manajer investasi dalam penyaluran modal.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rencana IPO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), kami mengulas langkah Danantara menyiapkan pendanaan besar untuk pengembangan 33 proyek waste to energy di berbagai daerah. Saat itu, Danantara menargetkan Denera melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2028 setelah memiliki arus kas operasional, dengan kebutuhan investasi yang diperkirakan mencapai US$5 miliar. Kami juga mencatat rencana menggandeng mitra asing dan lokal guna mempercepat pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di kota-kota besar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.