AAUI nilai lini risiko tinggi masih butuh kapasitas reasuransi luar negeri
Aliran premi reasuransi ke luar negeri pada 2025 masih mencerminkan keterbatasan kapasitas domestik untuk menanggung risiko bernilai besar dan kompleks. Kondisi ini terutama terlihat pada lini seperti energi, minyak dan gas, penerbangan, hingga properti industrial berskala besar yang membutuhkan dukungan kapasitas global.
Sorotan
- AAUI menyatakan lini bisnis seperti energi, minyak-gas, penerbangan, satelit, marine hull, dan properti industri masih bergantung pada kapasitas reasuransi luar negeri.
- Ekspor-impor, trade credit bernilai besar, dan marine cargo menempatkan sebagian risiko ke reasuradur luar negeri akibat kebutuhan kapasitas global dan eksposur internasional.
- Data OJK menunjukkan 34,98% premi reasuransi masih mengalir ke luar negeri pada 2025, menandakan kebutuhan kapasitas tambahan di pasar domestik untuk lini risiko tinggi.
Lini usaha yang bergantung pada kapasitas global
Seperti dilaporkan KONTAN, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menyampaikan sejumlah lini bisnis umumnya masih memerlukan dukungan reasuransi luar negeri. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan lini tersebut mencakup energi, minyak dan gas, penerbangan, satelit, marine hull, properti industrial atau komersial berskala besar, risiko katastrofik, serta engineering untuk proyek infrastruktur.Budi juga menjelaskan kegiatan ekspor-impor menempatkan sebagian risiko ke reasuradur luar negeri, terutama pada lini marine cargo atau asuransi pengangkutan barang. Menurut dia, kondisi itu juga berlaku untuk risiko yang berkaitan dengan perdagangan internasional seperti trade credit, khususnya untuk transaksi bernilai besar, rute internasional tertentu, atau eksposur yang membutuhkan dukungan kapasitas global.
Ia menegaskan penempatan premi ke reasuransi luar negeri pada dasarnya merupakan bagian dari mekanisme penyebaran risiko. Skema itu dibutuhkan terutama untuk lini bisnis dengan nilai pertanggungan besar, karakter risiko kompleks, atau kapasitas domestik yang masih terbatas.
Dampak bagi ketahanan industri asuransi
AAUI menilai hal yang terpenting adalah memastikan penempatan reasuransi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, tetap dilakukan secara hati-hati. Pertimbangan utamanya meliputi kualitas dan rating reasuradur, kecukupan kapasitas, serta kemampuan perusahaan menjaga stabilitas keuangan dan membayar klaim kepada pemegang polis.Budi mengatakan reasuransi luar negeri masih memegang peran penting untuk penanganan risiko besar dan kompleks. Namun, ia menambahkan penguatan kapasitas reasuransi dalam negeri tetap perlu terus didorong agar ketahanan industri menjadi lebih baik ke depan.
Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat 34,98% premi reasuransi masih mengalir ke luar negeri pada 2025, termasuk penempatan premi asuransi yang langsung ke reasuransi luar negeri. Angka itu menunjukkan pasar domestik masih menghadapi kebutuhan kapasitas tambahan untuk menopang lini usaha berisiko tinggi.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja MAIPARK pasca implementasi penuh PSAK 117 dan penguatan permodalan industri reasuransi, kami menyoroti laba MAIPARK yang menembus Rp 100 miliar pada 2025 serta rencana ekspansi layanan reasuransi katastropik ke kawasan ASEAN. Kami juga mencatat pengetatan ketentuan ekuitas minimum OJK yang mendorong perusahaan reasuransi memperkuat kapasitas agar mampu menanggung risiko besar dan kompleks.
Berita Allianz Terbaru
- Forex
- Crypto