BEI catat saham pelayaran dan energi memimpin penurunan usai pengumuman MSCI

BEI catat saham pelayaran dan energi memimpin penurunan usai pengumuman MSCI
Saham BEI tertekan MSCI

Perdagangan pendek 11-13 Mei 2026 menutup pekan dengan tekanan tajam di Bursa Efek Indonesia setelah pengumuman MSCI memicu pelemahan sejumlah saham. Di tengah penurunan IHSG 3,53 persen ke level 6.723, BEI mencatat 10 saham dengan koreksi terdalam dan PT Sillo Maritime Perdana Tbk menjadi yang paling merosot.

Sorotan

  • PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) memimpin penurunan dengan saham anjlok 37,54 persen dari Rp3.490 menjadi Rp2.180 per saham dalam periode 11-13 Mei 2026.
  • IHSG terkoreksi 3,53 persen ke posisi 6.723 setelah pengumuman MSCI, menandakan tekanan pasar yang meluas pada pekan perdagangan singkat.
  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mencatat penurunan paling ringan di kelompok 10 besar top losers, turun 19 persen menjadi Rp486 per saham.

Daftar penurunan terbesar pada pekan singkat

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, data perdagangan Bursa Efek Indonesia untuk Kamis, 14 Mei 2026 menunjukkan 10 saham masuk kelompok top losers pada periode 11-13 Mei 2026 setelah pasar bergerak melemah usai pengumuman MSCI. Pelemahan itu berlangsung searah dengan koreksi IHSG yang turun 3,53 persen ke posisi 6.723.

PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) menempati posisi pertama daftar saham dengan penurunan terbesar. Saham SHIP jatuh 37,54 persen dari Rp3.490 menjadi Rp2.180 per saham.

Di sisi lain, saham dengan pelemahan paling terbatas di dalam kelompok 10 besar top losers adalah PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK). Saham BANK turun 19 persen ke Rp486 dari posisi pekan sebelumnya di Rp600 per saham.

Dampak pada sentimen pasar domestik

Koreksi pada kelompok top losers mencerminkan tekanan yang lebih luas di pasar saham Indonesia dalam pekan perdagangan yang lebih singkat. Reaksi setelah pengumuman MSCI ikut membebani pergerakan saham, terutama pada emiten yang mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat.

Data ini juga menunjukkan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada satu saham, melainkan menyebar ke sejumlah emiten hingga membentuk daftar 10 penurun terbesar versi statistik BEI. Dengan IHSG bergerak turun lebih dari 3 persen dalam periode tersebut, pelaku pasar menghadapi sentimen yang lebih berhati-hati pada perdagangan domestik.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penurunan IHSG pada periode 11–13 Mei 2026 usai pengumuman MSCI, kami mencatat indeks melemah 3,53 persen ke level 6.723,320, diikuti kontraksi kapitalisasi pasar dan penurunan rata-rata nilai transaksi harian. Kami juga menyoroti derasnya arus keluar dana asing, dengan aksi jual bersih Rp1,531 triliun pada 13 Mei dan akumulasi jual bersih sepanjang 2026 yang tetap besar, sehingga sentimen pasar domestik cenderung tertekan pada pekan perdagangan yang lebih singkat itu.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.