IRRI nilai fondasi pertanian modern Indonesia mulai terbangun
Di tengah tekanan krisis pangan global dan perubahan iklim, Indonesia mendapat apresiasi atas capaian swasembada beras yang dinilai menonjol di kawasan tropis Asia. Penilaian itu juga menyoroti bahwa kenaikan produksi tanpa ketergantungan impor mulai ditopang mekanisasi, penguatan harga gabah, dan penggunaan teknologi pertanian.
Sorotan
- IRRI menilai Indonesia berhasil meningkatkan produksi beras nasional tanpa impor berkat mekanisasi, intensifikasi, dan kebijakan harga gabah yang berpihak pada petani.
- Indonesia dinilai berpotensi menjadi pemimpin pertanian modern kawasan tropis Asia jika memperkuat riset, pertanian digital, dan sistem climate farming seperti mina padi.
- IRRI menyoroti perlunya investasi berkelanjutan pada inovasi, riset pemuliaan, dan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi, adaptasi iklim, serta daya saing pertanian nasional.
Apresiasi IRRI dan arah modernisasi
Seperti disampaikan Kementerian Pertanian Indonesia, apresiasi itu disampaikan perwakilan International Rice Research Institute, Inez Hortense SL, dalam Dialog Swasembada Pangan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026). Ia menyebut data internasional dan BPS menunjukkan capaian Indonesia sangat impresif, dengan keberhasilan meningkatkan produksi beras tanpa bergantung pada impor.Menurut Inez, hasil tersebut ditopang langkah strategis pemerintah, mulai dari mekanisasi pertanian, pompanisasi, intensifikasi produksi, hingga penguatan harga gabah petani yang menjaga semangat produksi nasional. Ia menilai capaian itu menjadi bukti bahwa negara tropis mampu membangun kemandirian pangan melalui kebijakan yang berpihak pada petani dan didukung teknologi pertanian.
Meski demikian, ia menegaskan swasembada pangan bukan garis akhir. Tantangan sektor pertanian ke depan, menurutnya, semakin berat akibat perubahan iklim, degradasi lahan, persoalan air, serta tuntutan peningkatan kesejahteraan petani.
Inez juga menilai agenda berikutnya bukan hanya meningkatkan volume produksi beras, tetapi membangun sistem pertanian yang efisien, rendah emisi, berbasis inovasi, dan tahan terhadap tekanan iklim. Ia menambahkan aspek kualitas pangan dan nutrisi tetap penting karena beras masih menjadi sumber utama kalori masyarakat Indonesia.
Riset, teknologi, dan peluang kawasan
Dalam paparannya, Inez menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pertanian modern di kawasan tropis Asia jika terus memperkuat riset dan inovasi pertanian. Ia mengatakan IRRI selama ini aktif bekerja sama dengan lembaga riset nasional dalam pengembangan mekanisasi, digital agriculture, climate farming system, hingga pertanian presisi.Berbagai pendekatan itu, menurutnya, mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani. Ia mencontohkan pertanian presisi berbasis digital yang dapat menaikkan produktivitas sambil menekan emisi, sementara konsep climate farming system seperti mina padi dinilai dapat menambah nilai ekonomi petani melalui komoditas tambahan.
Inez juga menekankan pentingnya penguatan riset pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas unggul nasional yang adaptif terhadap perubahan iklim dan kebutuhan pangan masa depan. Ia membandingkan kemajuan Vietnam dan China yang, menurutnya, ditopang kekuatan riset, sehingga investasi pada inovasi perlu terus diperkuat di Indonesia.
Menurut Inez, kolaborasi IRRI dengan Indonesia selama lebih dari 20 tahun telah memberi kontribusi besar terhadap pengembangan varietas padi nasional. Ia berharap Indonesia ke depan tidak hanya menjadi penerima manfaat inovasi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan teknologi pertanian dunia dengan melibatkan generasi muda, termasuk dalam AI, genomik, breeding, dan teknologi digital.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pernyataan di Surabaya terkait swasembada pangan, disebutkan keyakinan bahwa Indonesia kian berada pada kondisi mandiri beras yang ditopang ketersediaan stok, keterjangkauan harga, dan dampak ekonomi yang mulai dirasakan petani. Artikel itu juga menyoroti langkah pemerintah mempercepat musim tanam lewat pompanisasi, memperkuat jaminan pendapatan serta sarana produksi, dan membenahi tata kelola melalui penerapan satu data untuk memperketat distribusi sekaligus menutup celah permainan mafia pangan.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto