Himbara bersiap serap likuiditas valas saat aturan baru DHE SDA mulai berlaku
Penerapan aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam pada 1 Juni 2026 mengubah arus penempatan dana eksportir dan memperkuat posisi bank-bank Himbara dalam penghimpunan valas. Kewajiban penempatan dana di rekening khusus domestik diperkirakan menambah likuiditas perbankan nasional dalam skala besar, meski sebagian dana tetap terikat pada instrumen khusus DHE.
Sorotan
- Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 mewajibkan eksportir nonmigas menempatkan 100% DHE SDA di Himbara minimal 12 bulan mulai 1 Juni 2026.
- Tambahan likuiditas valas diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar U.S., dengan manfaat terbesar bagi Himbara yang mendapat akses utama atas dana ekspor.
- BNI, BTN, dan Himbara lainnya memperkuat layanan digital dan treasury untuk mengelola lonjakan dana DHE, sementara bank swasta menghadapi risiko perpindahan dana eksportir.
Ketentuan baru dan proyeksi dana valas
Seperti diberitakan KONTAN, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 sebagai revisi atas PP Nomor 36 Tahun 2023 mulai berlaku Senin, 1 Juni 2026. Dalam ketentuan baru itu, eksportir nonmigas wajib menempatkan 100% DHE SDA di rekening khusus dalam negeri selama minimal 12 bulan, sedangkan eksportir migas wajib menempatkan sedikitnya 30% selama minimal tiga bulan.Penempatan tersebut wajib dilakukan di bank milik negara atau Himbara. Bank swasta hanya mendapat ruang terbatas untuk eksportir tertentu yang memiliki perjanjian bilateral dengan negara mitra dagang Indonesia, dengan nilai minimal 30% DHE SDA.
Head of Research and Product Development Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Trioksa Siahaan, menilai aturan ini menambah likuiditas perbankan nasional terutama dalam bentuk valas. Ia memperkirakan tambahan likuiditas dalam bentuk dana pihak ketiga dapat mencapai puluhan miliar dolar U.S., walau tidak seluruhnya menjadi dana bebas karena sebagian ditempatkan dalam rekening atau instrumen khusus DHE.
Menurut Trioksa, manfaat terbesar mengarah ke Himbara karena eksportir wajib menempatkan DHE melalui bank tersebut, sementara bank non-Himbara hanya memiliki akses terbatas dalam kondisi tertentu. Di sisi lain, bank swasta menghadapi risiko perpindahan dana eksportir dan perlu mempertahankan nasabah melalui layanan bernilai tambah seperti trade finance, cash management, hedging, treasury, supply-chain financing, dan pembiayaan modal kerja.
Dampak bagi persaingan perbankan dan kesiapan bank negara
BNI menyatakan telah melakukan sosialisasi kepada nasabah eksportir SDA terkait mekanisme baru tersebut. Bank itu juga menyiapkan relationship manager khusus dan memperkuat solusi keuangan digital untuk mendukung proses, pemantauan, hingga pelaporan kepada pemerintah.Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan perseroan siap mendorong transaksi DHE SDA agar lebih terintegrasi, efisien, dan seamless, sehingga nasabah eksportir dapat mengelola arus kas secara lebih optimal. BNI juga menyiapkan strategi lanjutan melalui penguatan layanan digital cash management dan treasury, optimalisasi instrumen investasi, serta kesiapan menjadi mitra utama pemerintah dan eksportir dalam distribusi instrumen SBN valas domestik khusus DHE SDA.
Di BTN, Direktur Utama Nixon Napitupulu mengatakan porsi pengelolaan DHE saat ini masih kecil, namun kebijakan baru tetap berpotensi menambah dana yang dikelola Himbara. Ia menilai kebijakan tersebut memberi kepastian pendanaan dan membantu memastikan devisa hasil ekspor kembali masuk ke dalam negeri.
Secara industri, kebijakan ini memperkuat likuiditas valas domestik dan memperbesar peran bank-bank negara dalam pengelolaan dana ekspor. Bagi pemerintah dan Bank Indonesia, pengaturan baru itu juga memperkuat pengendalian devisa di dalam negeri, sementara bank swasta perlu menyesuaikan strategi kompetisi untuk menjaga hubungan dengan nasabah eksportir.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penerapan wajib penempatan DHE SDA di dalam negeri mulai 1 Juni 2026, kami menyoroti bahwa arus dana ekspor ke rekening khusus valas diperkirakan memperkuat likuiditas perbankan nasional, terutama bank-bank Himbara. Kami juga mencatat tambahan dana ini berpotensi memperbesar kapasitas pembiayaan sektor produktif dan memperkuat ekosistem keuangan domestik, meski dampaknya belum sepenuhnya tercermin pada pergerakan saham bank BUMN.
Berita Israel Terbaru
- Forex
- Crypto