IHSG turun tajam pada sesi I, mayoritas saham melemah

IHSG turun tajam pada sesi I, mayoritas saham melemah
IHSG anjlok tajam hari ini

Tekanan jual mendominasi perdagangan saham di Jakarta pada Kamis siang, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan turun 3,48 persen ke level 5.734. Pelemahan ini terjadi setelah indeks juga dibuka lebih rendah di 5.919, dengan transaksi mencapai Rp12,7 triliun dan 716 emiten bergerak turun.

Sorotan

  • IHSG anjlok dari level tertinggi 5.924 ke terendah 5.734 sepanjang sesi I Kamis, 4 Juni 2026, mencerminkan tekanan pasar berlanjut.
  • Nilai transaksi mencapai Rp12,7 triliun dengan volume 20,8 miliar saham dan kapitalisasi pasar di kisaran Rp10.000 triliun.
  • Hanya 68 saham menguat sementara 716 saham melemah; Ever Shine Tex (ESTI) naik 31,78 persen, Magna Investama Mandiri (MGNA) naik 26,51 persen.

Pergerakan indeks dan aktivitas perdagangan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG berada dalam tekanan sepanjang sesi I perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, setelah sempat menyentuh level tertinggi 5.924 sebelum turun ke level terendah 5.734. Pergerakan itu menunjukkan pelemahan berlanjut sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan siang hari.

Aktivitas transaksi tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 20,8 miliar lembar saham. Nilai transaksi mencapai Rp12,7 triliun, dengan frekuensi perdagangan sekitar 1,3 juta kali, sementara kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp10.000 triliun.

Tekanan pasar dan saham penguat terbatas

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 68 emiten yang menguat, sedangkan 716 emiten melemah dan 175 saham bergerak stagnan. Komposisi ini mencerminkan tekanan yang meluas di pasar pada sesi perdagangan siang.

Di tengah koreksi indeks, sejumlah saham masih mencatat kenaikan tajam. Ever Shine Tex (ESTI) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 31,78 persen, diikuti Magna Investama Mandiri (MGNA) yang naik 26,51 persen dan Alakasa Industrindo (ALKA) yang menguat 18,03 persen.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang anjloknya IHSG pada 4 Juni 2026, kami membahas penurunan lebih dari 4% yang membuat indeks menembus level psikologis 6.000 dan memicu volatilitas serta sikap hati-hati investor. Kami juga menyoroti kombinasi sentimen eksternal dan faktor domestik yang dinilai memperdalam kekhawatiran pasar serta meningkatkan risiko koreksi berlanjut.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.