SPBU Abdul Muis catat peralihan pembelian ke Pertalite setelah harga Pertamax naik

SPBU Abdul Muis catat peralihan pembelian ke Pertalite setelah harga Pertamax naik
Antrean Pertalite memanjang

Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green mulai mendorong perubahan pola pembelian konsumen di Jakarta Pusat pada Rabu, dengan antrean kendaraan roda dua di SPBU Abdul Muis memanjang hingga hampir 10 meter. Kepadatan itu terlihat pada jam sibuk siang dan didominasi pengguna motor, pengemudi ojek online, serta kurir online yang menuju pompa Pertalite.

Sorotan

  • SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, mencatat lonjakan antrean pada Rabu akibat peralihan sekitar 30 persen konsumen motor ke Pertalite setelah harga Pertamax naik.
  • Antrean kendaraan di SPBU Abdul Muis memanjang dari depan pintu masuk sampai area pengisian, melampaui antrean normal yang biasanya hanya di area tengah.
  • Meski terjadi lonjakan antrean dan pergeseran permintaan dari Pertamax ke Pertalite, stok seluruh jenis BBM di SPBU Abdul Muis dilaporkan tetap aman.

Perubahan pembelian di SPBU Abdul Muis

Seperti dilaporkan Kompas.com, antrean pembelian BBM di SPBU Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, terlihat memanjang dari depan pintu masuk hingga area pompa Pertalite dalam pantauan pukul 11.00 WIB sampai 12.00 WIB pada Rabu. Barisan itu terutama diisi pengguna sepeda motor, pengemudi ojol, dan kurir online, meski belasan motor lain masih menuju pompa Pertamax.

Di lokasi yang sama, satu mobil dinas berpelat merah dan satu angkot juga terlihat mengisi BBM. Sementara itu, belasan mobil pribadi mengisi Pertamax Turbo tanpa antrean berarti.

Kepala Shift Pagi-Siang SPBU Abdul Muis, Eka, mengatakan antrean sudah terjadi sejak Selasa pagi setelah informasi kenaikan harga Pertamax diketahui masyarakat. Ia mengonfirmasi mulai ada perpindahan konsumen ke Pertalite, dengan perkiraan sekitar 30 persen pembeli beralih, terutama dari kelompok pengguna motor.

Dampak operasional dan kondisi pasokan

Eka menjelaskan antrean roda dua tidak seluruhnya berasal dari pembeli Pertalite karena sebagian pemotor masih tetap memilih Pertamax meski harganya naik. Namun, gabungan kendaraan yang menuju dua jenis BBM itu membuat antrean di SPBU Abdul Muis menjadi lebih panjang dibanding kondisi normal.

Menurut dia, biasanya antrean hanya terbentuk dari area tengah SPBU hingga depan masing-masing pompa, sedangkan kini memanjang dari depan pintu masuk sampai ke area pengisian. Meski terjadi lonjakan antrean dan pergeseran permintaan, ia memastikan stok seluruh jenis BBM di SPBU Abdul Muis masih aman.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamina per 10 Juni 2026, kami mengulas lonjakan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter setelah evaluasi berkala serta koordinasi dengan pemerintah. Kami juga mencatat bahwa harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sehingga selisih harga yang lebar mendorong sebagian konsumen—terutama pengguna roda dua—beralih ke Pertalite dan memicu perubahan pola antrean di sejumlah SPBU.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.