Koperasi Merah Putih tawarkan harga sembako lebih rendah di Indonesia
Pemerintah memosisikan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai saluran distribusi kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar untuk mendorong belanja rumah tangga yang lebih efisien. Di Jakarta, pejabat Badan Komunikasi RI menyebut selisih harga minyak goreng dan LPG 3 kilogram berpotensi memberi penghematan besar bagi jutaan keluarga bila pola belanja itu diterapkan secara luas.
Sorotan
- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menawarkan harga MinyaKita Rp 15.700 per pouch dan LPG 3 kg Rp 16.000 per tabung, lebih murah dibanding pasar.
- Qodari memperkirakan pembelian LPG 3 kg dan minyak goreng melalui KDKMP memberi penghematan rumah tangga masing-masing sekitar Rp 14,2 triliun dan Rp 18,82 triliun per tahun.
- Total penghematan masyarakat diproyeksi mencapai Rp 33 triliun per tahun jika seluruh jaringan KDKMP terealisasi, memperkuat dampak pada ekonomi mikro lokal.
Rincian harga dan potensi penghematan
Seperti dilaporkan Kompas.com, Kepala Badan Komunikasi RI Muhammad Qodari mengatakan harga sejumlah komoditas di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih lebih rendah dibandingkan harga yang umum ditemui di pasar. Ia menyebut MinyaKita dijual Rp 15.700 per pouch di gerai KDKMP, dibandingkan sekitar Rp 21.000 di pasaran, sedangkan LPG 3 kilogram dipasarkan Rp 16.000 per tabung, lebih rendah dari kisaran Rp 20.000.Qodari menilai selisih harga tersebut menjadi stimulus ekonomi mikro bagi rumah tangga. Menurut dia, setiap unit KDKMP secara bertahap dilengkapi dengan gerai sembako, gudang logistik, layanan simpan pinjam, serta fasilitas pendukung lain, dan seluruh gerai beroperasi setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dengan penyesuaian kondisi di masing-masing daerah.
Berdasarkan data BPH Migas dan BPS, rata-rata rumah tangga dengan tiga sampai empat anggota keluarga mengonsumsi sekitar empat tabung LPG 3 kilogram dan empat liter minyak goreng setiap bulan. Dengan acuan data pemutakhiran pendataan keluarga 2025 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang mencatat sekitar 74 juta keluarga di Indonesia, Qodari memperkirakan penghematan dari pembelian LPG 3 kilogram mencapai sekitar Rp 14,2 triliun per tahun, sementara penghematan dari pembelian minyak goreng mencapai sekitar Rp 18,82 triliun per tahun.
Dampak terhadap belanja rumah tangga
Menurut perhitungan Qodari, total penghematan masyarakat dari pembelian dua komoditas tersebut melalui KDKMP dapat mencapai sekitar Rp 33 triliun per tahun. Ia mengatakan manfaat itu ditujukan untuk memberi keringanan langsung kepada keluarga yang mengatur pengeluaran bulanan secara ketat.Klaim harga yang lebih rendah di gerai koperasi ini juga memperlihatkan upaya memperkuat distribusi barang pokok di tingkat lokal. Bila jaringan gerai dan fasilitas pendukung berkembang bertahap sesuai rencana, skema ini berpotensi memperbesar peran koperasi dalam menekan biaya kebutuhan dasar sekaligus menggerakkan ekonomi mikro di berbagai daerah.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamina per 10 Juni 2026, kami mengulas lonjakan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter setelah evaluasi berkala dan koordinasi dengan pemerintah. Kami juga menyoroti bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite (Rp10.000 per liter) tidak berubah, sehingga selisih harga mendorong pergeseran konsumsi ke opsi yang lebih terjangkau dan memengaruhi biaya harian masyarakat.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto