Mandiri Utama Finance pertahankan pembiayaan mobil bekas sebagai 15% portofolio di tengah tekanan ekonomi
Perubahan tren otomotif dan tekanan ekonomi mendorong konsumen tetap melihat mobil bekas sebagai opsi kepemilikan kendaraan yang relevan. Hingga April 2026, segmen ini masih menyumbang 15% terhadap total penyaluran pembiayaan PT Mandiri Utama Finance meski perusahaan mencatat adanya penyesuaian dibanding periode sebelumnya.
Sorotan
- Mandiri Utama Finance menetapkan porsi pembiayaan mobil bekas sebesar 15% dari total portofolio hingga April 2026 di tengah tekanan ekonomi.
- Direktur MUF, Dapot Parasian S. Sinaga, menyatakan permintaan pembiayaan otomotif terpengaruh nilai tukar rupiah dan suku bunga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
- MUF tetap optimistis terhadap prospek segmen mobil bekas sebagai alternatif kepemilikan kendaraan saat konsumen lebih selektif dalam pengeluaran.
Kontribusi segmen dan faktor penentu permintaan
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Direktur Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian S. Sinaga, mengatakan dinamika kondisi ekonomi dan perubahan tren industri otomotif turut memengaruhi industri pembiayaan. Meski begitu, ia menilai produk pembiayaan mobil bekas tetap menjadi pilihan yang relevan bagi masyarakat karena pasar tersebut masih memiliki segmen konsumennya sendiri.MUF tidak merinci nilai pembiayaan mobil bekas yang disalurkan. Namun hingga April 2026, perusahaan menyatakan segmen itu masih memberi kontribusi signifikan dengan porsi 15% terhadap total penyaluran pembiayaan MUF.
Prospek bisnis di tengah tantangan eksternal
Ke depan, MUF terus mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi permintaan pembiayaan kendaraan, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah dan suku bunga. Menurut Dapot, kedua faktor tersebut dapat memengaruhi daya beli masyarakat serta keputusan konsumen dalam membeli kendaraan.Meski menghadapi tantangan ekonomi, perusahaan tetap optimistis terhadap prospek pembiayaan mobil bekas. MUF memandang segmen ini masih menjadi alternatif kepemilikan kendaraan yang relevan, terutama saat konsumen lebih selektif dalam mengatur pengeluaran.
Dalam liputan kami tentang dorongan Prabowo atas hilirisasi dan penguatan industri otomotif nasional, ia menegaskan Indonesia perlu memperbesar nilai tambah di dalam negeri agar tidak sekadar menjadi pasar. Ia juga menargetkan Indonesia memiliki mobil buatan sendiri serta menyoroti Mobil Maung produksi PT Pindad sebagai contoh dukungan konkret terhadap produk otomotif lokal dan penguatan rantai pasok domestik.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto