Harga pangan nasional bergerak turun, daging sapi tetap di kisaran Rp139.900 per kg
Pergerakan harga pangan nasional pada Jumat, 12 Juni 2026 menunjukkan mayoritas komoditas utama melemah di tengah penyesuaian pada sejumlah bahan pokok. Penurunan mencakup berbagai jenis beras, cabai, daging ayam, daging sapi, minyak goreng curah, dan telur ayam ras, sementara gula pasir premium bertahan stabil.
Sorotan
- Beras kualitas medium I dan II turun masing-masing 1,23 persen dan 0,31 persen pada 12 Juni 2026 menjadi Rp16.000 per kg.
- Cabai merah besar turun 6,58 persen ke Rp60.300 per kg, sementara daging sapi kualitas I turun 5,79 persen ke Rp139.900 per kg.
- Penurunan harga mayoritas komoditas pangan, termasuk minyak goreng dan telur ayam ras, menurunkan tekanan inflasi pangan bagi konsumen meski harga daging sapi tetap tinggi.
Pergerakan harga komoditas pada 12 Juni 2026
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) oleh Bank Indonesia, harga sejumlah komoditas pangan tercatat turun pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026.Beras kualitas medium I dan II masing-masing turun 1,23 persen dan 0,31 persen menjadi Rp16.000 per kg. Beras kualitas super I turun 2,57 persen menjadi Rp17.050 per kg, sedangkan beras kualitas super II melemah 2,36 persen menjadi Rp16.550 per kg.
Penurunan juga terjadi pada kelompok cabai. Cabai merah besar turun 6,58 persen menjadi Rp60.300 per kg, cabai merah keriting turun 3,85 persen menjadi Rp58.650 per kg, dan cabai rawit hijau melemah 8,76 persen menjadi Rp50.500 per kg.
Dari kelompok protein hewani, daging ayam ras segar turun 5,64 persen menjadi Rp36.000 per kg. Daging sapi kualitas I turun 5,79 persen menjadi Rp139.900 per kg, sementara daging sapi kualitas II turun 6,25 persen menjadi Rp131.350 per kg.
Dampak bagi konsumen dan pasar pangan
Pada kelompok kebutuhan rumah tangga lain, minyak goreng curah turun 1,69 persen menjadi Rp20.350 per liter dan telur ayam ras segar turun 1,97 persen menjadi Rp29.800 per kg. Di sisi lain, gula pasir kualitas premium tidak berubah dan tetap berada di level Rp20.250 per kg.Pergerakan ini menunjukkan tekanan harga pada mayoritas komoditas pangan utama sedang mereda pada periode tersebut. Bagi konsumen, penurunan pada beras, cabai, daging, minyak goreng, dan telur berpotensi membantu pengeluaran rumah tangga, meski level harga daging sapi masih relatif tinggi.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan ekonomi akibat kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah, kami membahas bagaimana kondisi global dapat cepat menekan daya beli lewat kenaikan harga pangan, bahan bakar, dan kebutuhan sehari-hari. Ulasan itu menekankan pentingnya komunikasi pemerintah yang jujur dan transparan mengenai dampak serta langkah mitigasi, karena kejelasan informasi membantu meredam rumor, spekulasi, dan ketidakpastian pasar.
- Forex
- Crypto