Indonesia kaji pembebasan PPN tiket pesawat domestik untuk dorong mobilitas dan ekonomi
Rencana pembebasan Pajak Pertambahan Nilai pada tiket pesawat domestik dinilai dapat memperluas akses transportasi udara di Indonesia. Kebijakan itu juga berpotensi menekan harga tiket, memperkuat konektivitas antardaerah, dan mendorong aktivitas ekonomi nasional melalui kenaikan mobilitas masyarakat.
Sorotan
- Pemerintah Indonesia mengkaji penghapusan PPN tiket pesawat domestik untuk menurunkan biaya perjalanan dan memperkuat konektivitas wilayah.
- Penghapusan PPN pada tiket pesawat domestik diproyeksikan meningkatkan mobilitas, distribusi aktivitas ekonomi, serta akses ke pusat bisnis dan destinasi wisata.
- Langkah ini diperkirakan mendorong pemulihan permintaan penerbangan dan memberi dampak positif pada sektor pariwisata, perhotelan, logistik, dan UMKM.
Dukungan terhadap rencana insentif tiket
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, usulan penghapusan PPN untuk tiket penerbangan domestik dipandang sebagai langkah yang dapat mengurangi beban biaya penumpang dan meningkatkan minat perjalanan di dalam negeri. Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, keterjangkauan tarif penerbangan menjadi faktor penting untuk menghubungkan berbagai wilayah dan menopang pergerakan orang serta kegiatan usaha.Lebih rendahnya harga tiket berpotensi meningkatkan jumlah perjalanan domestik. Kenaikan mobilitas itu dapat mendukung distribusi aktivitas ekonomi sekaligus memperluas akses masyarakat ke pusat bisnis, layanan, dan destinasi wisata di berbagai daerah.
Pengamat aviasi Alvin Lie mengatakan penerapan PPN pada tiket pesawat domestik selama ini perlu dievaluasi. Dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 14 Juni 2026, ia menilai terdapat perbedaan perlakuan antara penerbangan domestik dan internasional, karena tiket ke luar negeri tidak dipungut PPN sementara rute dalam negeri dikenai pajak tersebut.
Dampak ke penerbangan dan sektor terkait
Peningkatan perjalanan udara domestik berpotensi memberi dorongan tidak hanya bagi maskapai, tetapi juga bagi industri yang terkait langsung dengan arus penumpang. Sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, logistik, dan UMKM dapat memperoleh manfaat apabila frekuensi perjalanan antardaerah meningkat.Secara lebih luas, kebijakan tersebut dapat memperkuat konektivitas nasional dan membantu pemerataan aktivitas ekonomi antarwilayah. Bagi pasar penerbangan domestik, insentif pajak juga dapat menjadi faktor yang mendukung pemulihan permintaan melalui tarif yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penyesuaian harga BBM nonsubsidi, kami menjelaskan bahwa kenaikan terutama terjadi pada produk seperti Pertamax (RON 92), sementara Pertalite dan Biosolar tetap pada harga yang ditetapkan pemerintah. Kami juga menekankan bahwa dinamika harga energi dan ruang fiskal dapat berdampak ke inflasi, biaya transportasi, dan daya beli, sehingga komunikasi yang transparan penting agar publik tidak menyamaratakan perubahan pada seluruh jenis BBM.
- Forex
- Crypto