Bank Neo Commerce siapkan strategi pendanaan saat persaingan DPK mengetat
Kenaikan BI Rate mendorong bank meninjau ulang strategi likuiditas dan harga simpanan di tengah kompetisi penghimpunan dana yang makin ketat. Bank Neo Commerce menyatakan tengah menyiapkan penyesuaian terukur agar posisi dana pihak ketiga tetap stabil tanpa terlalu menekan biaya dana.
Sorotan
- Bank Neo Commerce akan menyesuaikan strategi pendanaan, termasuk opsi menaikkan bunga simpanan, usai BI Rate naik ke 5,5%.
- Total dana pihak ketiga per April 2026 turun 1,05% secara tahunan menjadi Rp 13,14 triliun, dengan deposito menyumbang 68,51%.
- Kredit yang disalurkan per April 2026 mencapai Rp 6,96 triliun dan laba bersih tercatat Rp 185,35 miliar.
Penyesuaian bunga dan strategi likuiditas
Seperti dilaporkan KONTAN, PT Bank Neo Commerce Tbk mencermati keputusan regulator yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5% dan dampaknya terhadap dinamika industri perbankan. Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono mengatakan kenaikan BI Rate berpengaruh besar terhadap penentuan bunga simpanan, sehingga perseroan bersiap menyesuaikan strategi pendanaan, termasuk melalui opsi menaikkan bunga simpanan.Ia mengatakan bank akan terus memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi secara prudent serta terukur, dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan likuiditas, dan profil risiko. Menurutnya, penyesuaian suku bunga simpanan akan dilakukan secara selektif mengikuti kondisi likuiditas dan kompetisi industri.
Bank Neo Commerce juga menegaskan akan menjaga tingkat suku bunga tetap kompetitif namun efisien. Perseroan menyatakan langkah itu diarahkan agar penyesuaian bunga tidak terlalu membebani biaya dana atau cost of fund.
Dampak pada kredit dan posisi keuangan
Dari sisi penyaluran, Bank Neo Commerce menyatakan tetap mengarahkan kredit ke segmen dan profil nasabah yang memiliki kualitas serta potensi pertumbuhan yang baik. Perseroan juga menekankan pengelolaan aset dan liabilitas yang disiplin untuk menjaga kecukupan likuiditas dan menopang ekspansi bisnis yang sehat.Berdasarkan laporan keuangan per April 2026, total dana pihak ketiga Bank Neo Commerce tercatat Rp 13,14 triliun, turun 1,05% secara tahunan. Produk deposito mendominasi struktur DPK dengan porsi 68,51%, sementara kredit yang disalurkan mencapai Rp 6,96 triliun dan laba bersih tercatat Rp 185,35 miliar.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan kenaikan BI Rate ke 5,5% pada bank KBMI 1, kami membahas bagaimana bank bermodal inti kecil makin terhimpit untuk menaikkan bunga simpanan demi menjaga dana nasabah, yang pada akhirnya mendorong kenaikan biaya dana dan mempersempit ruang ekspansi kredit. Kami juga menyoroti pergeseran dana nasabah ke bank besar maupun instrumen moneter, sehingga penguatan modal atau merger menjadi opsi yang kian realistis agar bank kecil tetap kompetitif di era suku bunga tinggi.
- Forex
- Crypto