Banggar DPR naikkan target lifting migas dalam asumsi makro KEM-PPKF 2027
Pembahasan awal kerangka ekonomi dan fiskal 2027 menghasilkan dukungan parlemen terhadap usulan pemerintah, dengan penyesuaian lebih tinggi pada sasaran produksi energi. Perubahan itu menempatkan target lifting minyak dan gas di atas draf awal pemerintah, sekaligus menandai dorongan DPR agar kapasitas hulu migas dan investasi domestik meningkat pada tahun depan.
Sorotan
- Banggar DPR menaikkan target lifting minyak bumi 2027 dalam KEM-PPKF dari 602-615 ribu menjadi 605-620 ribu barel per hari.
- Target lifting gas bumi untuk 2027 juga naik dari 934-977 ribu menjadi 951-990 ribu barel setara minyak per hari, mencerminkan optimisme ekspansi produksi.
- Indikator makroekonomi KEM-PPKF 2027 menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,8% hingga 6,5% untuk mendukung kebijakan fiskal baru.
Revisi asumsi migas dalam pembahasan KEM-PPKF 2027
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Badan Anggaran DPR menyepakati usulan awal pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027 sambil menaikkan target lifting migas dari rancangan semula.Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, mengonfirmasi Panitia Kerja KEM-PPKF 2027 telah mencapai mufakat terkait revisi naik asumsi dasar ekonomi makro, khususnya pada sektor produksi migas nasional. Target lifting minyak bumi yang semula diajukan pemerintah pada kisaran 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari dinaikkan menjadi 605 ribu hingga 620 ribu barel per hari.
Untuk lifting gas bumi, target juga bergerak naik dari rentang awal 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari menjadi 951 ribu hingga 990 ribu barel setara minyak per hari. Keputusan itu menunjukkan optimisme parlemen bahwa masih ada ruang ekspansi produksi migas domestik pada 2027.
Dorongan investasi hulu dan target pertumbuhan ekonomi
Said Abdullah menegaskan pemerintah perlu mengambil langkah lebih proaktif untuk menarik investasi di sektor hulu migas agar sasaran produksi dapat tercapai. Dalam rapat bersama pemerintah pada Rabu, 17/6/2026, ia mengatakan peningkatan investasi perlu diarahkan baik untuk menambah kapasitas produksi dari sumur lama maupun untuk mendorong produksi dari sumur migas baru.Di luar sektor energi, Panja KEM-PPKF 2027 juga mengesahkan indikator makroekonomi lain, termasuk target pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 5,8% hingga 6,5%. Target tersebut dirancang untuk menyelaraskan arah kebijakan fiskal dengan agenda pembangunan di bawah pemerintahan baru.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang proyeksi subsidi energi dalam RAPBN 2027, kami membahas potensi membengkaknya beban subsidi listrik seiring asumsi harga minyak (ICP) USD70–USD95 per barel dan kurs rupiah sekitar Rp17.100 per dolar AS. Ulasan itu juga menyoroti proyeksi kenaikan volume BBM bersubsidi pada 2027, yang mencerminkan kebutuhan energi bersubsidi yang masih besar dan sensitivitas anggaran terhadap pergerakan harga minyak serta nilai tukar.
Berita Natural Gas Terbaru
- Forex
- Crypto