Pidie Jaya manfaatkan dana stimulan untuk dorong usaha kecil penyintas bencana
Pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mulai bergeser dari perbaikan rumah menuju penguatan penghasilan keluarga di kawasan hunian sementara. Dana stimulan yang diterima warga tidak hanya dipakai untuk membersihkan dan membenahi rumah yang rusak, tetapi juga menjadi modal awal usaha kecil di tengah terbatasnya lapangan kerja.
Sorotan
- Satgas PRR menyalurkan dana stimulan Rp 8 juta dan bantuan koperasi Rp 200.000 kepada penyintas di Desa Meunasah Lhok untuk mendukung pemulihan ekonomi dan perbaikan rumah.
- Penerima manfaat memanfaatkan dana tersebut untuk memulai usaha kecil seperti penjualan makanan ringan dan minuman, menopang konsumsi rumah tangga selama masa pemulihan pascabencana.
- Bantuan pemerintah lewat Satgas PRR terbukti efektif dalam membangun fondasi kemandirian ekonomi dan mendorong pertumbuhan sosial ekonomi Pidie Jaya pascabencana.
Pemanfaatan bantuan di kawasan huntara
KOMPAS.com melaporkan, bantuan dana stimulan yang disalurkan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mulai digunakan warga terdampak sebagai penopang pemulihan ekonomi keluarga selain untuk perbaikan rumah. Di Desa Meunasah Lhok, sejumlah penyintas membangun usaha kecil di kawasan huntara sambil melanjutkan proses pemulihan setelah banjir.
Milawati menjadi salah satu penerima manfaat yang memakai bantuan untuk memperbaiki rumah dan membersihkan sisa lumpur akibat banjir. Dalam keterangan resmi yang diterima KOMPAS.com pada Minggu, 21 Juni 2026, ia mengatakan hasil penjualan makanan ringan di huntara digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga.
Ia menyebut menerima dana stimulan Rp 8 juta, ditambah bantuan dana koperasi Rp 200.000. Saat ini Milawati tinggal bersama suaminya di huntara, sementara anak-anaknya bekerja di luar daerah dan satu orang masih menempuh pendidikan di pesantren.
Dampak terhadap pemulihan ekonomi warga
Kisah serupa juga terjadi pada Salwati, warga Desa Meunasah Lhok, yang memakai sebagian dana stimulan sebagai modal usaha kecil. Ia menjual makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar sekaligus menambah penghasilan di tengah kondisi pascabencana.Tumbuhnya usaha-usaha kecil di kawasan huntara menunjukkan bantuan dari Satgas PRR berfungsi lebih luas daripada sekadar memulihkan kerusakan fisik. Aktivitas ekonomi tersebut menjadi fondasi awal bagi warga untuk membangun kembali kemandirian, menjaga konsumsi rumah tangga, dan menumbuhkan optimisme selama masa pemulihan di Pidie Jaya.
Perkembangan itu juga memperlihatkan bahwa dukungan pemerintah dapat memberi efek lanjutan terhadap pemulihan sosial ekonomi daerah terdampak bencana. Bagi masyarakat Pidie Jaya, bantuan yang diterima kini menjadi sarana membangun ulang kehidupan sekaligus membuka harapan pendapatan baru untuk jangka menengah.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera, kami membahas rencana belanja Rp 100,1 triliun untuk periode 2026-2028 yang dicairkan bertahap guna memulihkan infrastruktur, perumahan, layanan publik, dan ekonomi masyarakat terdampak. Kami juga menyoroti progres penyaluran pagu ke sejumlah kementerian/lembaga serta tambahan Transfer ke Daerah Rp 10,6 triliun agar pemda bisa mempercepat perbaikan mendesak sambil menunggu proses penganggaran pusat rampung.
Berita NAGA Terbaru
- Forex
- Crypto