Kementerian Keuangan jadwalkan pembahasan efisiensi anggaran MBG dengan BGN

Kementerian Keuangan jadwalkan pembahasan efisiensi anggaran MBG dengan BGN
Efisiensi anggaran MBG dibahas

Pembahasan lanjutan mengenai pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Kamis siang. Pertemuan itu mempertemukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Kepala Badan Gizi Nasional setelah agenda serupa sempat ditunda karena kunjungan kerja ke China.

Sorotan

  • Pertemuan tatap muka Menteri Keuangan dan pimpinan Badan Gizi Nasional tentang efisiensi anggaran MBG dijadwalkan Kamis, 25 Juni 2026.
  • Alokasi dana program Makan Bergizi Gratis dikurangi menjadi Rp268 triliun dari pagu awal Rp335 triliun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Pembahasan akan fokus pada optimalisasi pemanfaatan anggaran agar pelaksanaan MBG lebih efektif di tengah ruang fiskal yang makin ketat.

Agenda pertemuan dan fokus pembahasan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro mengonfirmasi bahwa pertemuan tatap muka antara Menteri Keuangan dan pimpinan Badan Gizi Nasional masih tercantum dalam jadwal resmi kementerian untuk Kamis, 25 Juni 2026. Deni menyatakan agenda tersebut masih terjadwal saat memberikan konfirmasi kepada iNews Media Group.

Rencana pertemuan ini sebenarnya sudah disusun sejak pekan lalu, namun harus dijadwalkan ulang setelah Purbaya bertolak ke China untuk menuntaskan kunjungan kerja dinas internasional. Salah satu isu utama yang disebut akan dibahas adalah tindak lanjut efisiensi serta optimalisasi pemanfaatan anggaran program Makan Bergizi Gratis agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran di lapangan.

Dampak terhadap pengelolaan fiskal program MBG

Pemerintah sebelumnya sudah menjalankan langkah efisiensi dan penyesuaian postur anggaran untuk program MBG. Alokasi dana program itu dipangkas menjadi Rp268 triliun dari pagu perencanaan awal tahun sebesar Rp335 triliun.

Penyesuaian pagu tersebut dijalankan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penggunaan dana negara bergerak lebih efektif, efisien, dan bebas kebocoran. Pertemuan Kementerian Keuangan dengan BGN kini menjadi penting karena dapat menentukan bagaimana ruang anggaran yang lebih ketat diterjemahkan ke dalam pelaksanaan program nasional tersebut.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergeseran fokus implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kami menyoroti bagaimana perhatian mulai beralih dari target penurunan stunting ke ekspansi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kami juga mengulas risiko tata kelola, termasuk dugaan penyimpangan dan praktik jual beli titik SPPG, yang menunjukkan lokasi layanan telah menjadi aset bernilai ekonomi dan berpotensi mengaburkan tujuan utama program.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.