Jawa Timur hadapi risiko PHK 7.000 pekerja saat pabrik komponen otomotif Jepang rencanakan relokasi ke Vietnam

Jawa Timur hadapi risiko PHK 7.000 pekerja saat pabrik komponen otomotif Jepang rencanakan relokasi ke Vietnam
PHK Ancam Industri Jatim

Tekanan pada industri manufaktur padat karya di Indonesia kembali terlihat setelah muncul ancaman pemutusan hubungan kerja terhadap ribuan pekerja pabrik komponen otomotif di Jawa Timur. Risiko itu terkait rencana dua perusahaan asal Jepang memindahkan basis produksi ke Vietnam, sementara proses negosiasi dengan serikat pekerja disebut sudah berlangsung hampir setahun.

Sorotan

  • Sekitar 7.000 pekerja di dua pabrik komponen otomotif Jepang di Jawa Timur terancam PHK akibat rencana relokasi basis produksi ke Vietnam.
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad akan mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh pekan depan untuk membahas solusi atas ancaman PHK massal ini.
  • Relokasi ini berpotensi menekan rantai pasok, jasa pendukung, serta konsumsi domestik di Jawa Timur, sekaligus menyoroti tantangan Indonesia mempertahankan investasi manufaktur dibanding Vietnam.

Rencana relokasi dan upaya mediasi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menyatakan potensi PHK massal mengancam sekitar 7.000 buruh di dua pabrik komponen otomotif asal Jepang di Jawa Timur. Ia menyampaikan hal itu usai pembukaan Rakernas KSPI di Hotel Arcici, Jakarta Pusat, dan mengatakan pemicu utamanya adalah rencana pengalihan basis produksi kedua perusahaan ke Vietnam.

Said Iqbal mengatakan persoalan tersebut telah ia sampaikan kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk mencari jalan keluar. Dari komunikasi itu, Dasco disebut akan memanggil pihak pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh guna membahas kasus tersebut, termasuk mengatur pertemuan dengan Menteri Perindustrian pada pekan depan.

Ia tidak mengungkap identitas dua perusahaan yang dimaksud dan hanya menyebut inisial PT J dan PT S. Menurutnya, nama perusahaan belum dibuka karena negosiasi dengan serikat pekerja masih berjalan dan proses itu disebut sudah berlangsung hampir satu tahun.

Dampak bagi sektor otomotif regional

Ancaman relokasi ini menambah perhatian terhadap daya saing basis produksi komponen otomotif di Jawa Timur, salah satu wilayah penting bagi rantai pasok manufaktur nasional. Jika pemindahan produksi terealisasi, dampaknya tidak hanya menyasar pekerja langsung, tetapi juga dapat menekan aktivitas pemasok, jasa pendukung industri, dan konsumsi rumah tangga di sekitar kawasan pabrik.

Kasus ini juga menunjukkan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mempertahankan investasi manufaktur dari persaingan regional, terutama dengan Vietnam. Di saat pembahasan masih berlangsung, hasil mediasi antara pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja menjadi penentu bagi nasib ribuan tenaga kerja serta keberlanjutan operasi industri terkait di daerah tersebut.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penundaan relokasi dua pabrik komponen otomotif Jepang di Jawa Timur ke Vietnam, kami mencatat bahwa rencana pengalihan produksi tersebut sempat tertahan per 26 Juni 2026. Penundaan ini memberi ruang bagi Satgas Mitigasi PHK dan pemangku kepentingan untuk menekan risiko PHK massal sekitar 7.000 buruh, meski tekanan dari keputusan investor/prinsipal tetap menjadi faktor yang membayangi stabilitas investasi manufaktur.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.