Pergerakan harga logam mulia PT Antam Tbk kembali menguat pada Sabtu, 27 Juni 2026, dengan harga emas 1 gram mencapai Rp2.660.000 di BELM Setiabudi One, Jakarta. Kenaikan ini juga diikuti lonjakan harga buyback menjadi Rp2.378.000 per gram, di tengah ketersediaan beberapa produk yang masih terbatas di laman resmi Logam Mulia.
Sorotan
- Harga emas Antam naik Rp5.000 menjadi Rp2.660.000 per gram dan harga buyback naik Rp38.000 menjadi Rp2.378.000 per gram di Jakarta.
- Rincian harga per 27 Juni 2026: 1 gram Rp2.660.000, 5 gram Rp13.115.000, 100 gram Rp260.360.000, 1.000 gram Rp2.600.600.000.
- Ketiadaan PPN dan penerapan PMK No. 48 Tahun 2023 dengan tarif 0,25 persen memengaruhi total transaksi dan dokumen perpajakan pembeli emas.
Pergerakan harga dan acuan resmi
Seperti tercantum di laman resmi Logam Mulia, menurut Okezone, harga emas Antam naik Rp5.000 menjadi Rp2.660.000 per gram setelah sebelumnya tidak berubah, sementara harga buyback bertambah Rp38.000 menjadi Rp2.378.000 per gram.Harga tersebut berlaku untuk pengambilan di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One, Jakarta. Pada saat yang sama, beberapa jenis emas untuk sementara masih belum tersedia di laman resmi tersebut.
Rincian harga pecahan emas Antam pada Sabtu, 27 Juni 2026, yakni 0,5 gram Rp1.380.000, 1 gram Rp2.660.000, 2 gram Rp5.270.000, 3 gram Rp7.887.000, 5 gram Rp13.115.000, 10 gram Rp26.150.000, 25 gram Rp65.210.000, 50 gram Rp130.255.000, 100 gram Rp260.360.000, 250 gram Rp650.590.000, 500 gram Rp1.300.900.000, dan 1.000 gram Rp2.600.600.000.
Dampak bagi transaksi konsumen
Kenaikan harga jual dan buyback menunjukkan nilai transaksi emas batangan bergerak lebih tinggi bagi pembeli maupun pemilik yang ingin melepas kepemilikannya. Perubahan ini menjadi acuan penting bagi konsumen ritel yang memantau waktu pembelian atau penjualan emas fisik.Saat ini, PPN tidak dipungut sesuai PP No. 49 Tahun 2022. Nilai PPN juga tidak diperhitungkan dalam grand total, sementara ketentuan PMK Nomor 48 Tahun 2023 menetapkan tarif 0,25 persen sesuai aturan yang berlaku, dan bukti potong PPh 22 diterbitkan oleh PT Antam Tbk sebagai penjual.
Konsentrasi portofolio investasi industri dana pensiun pada Surat Berharga Negara menjadi sorotan dalam laporan kami sebelumnya, seiring kebutuhan mencocokkan aset dengan kewajiban jangka panjang. Kami mencatat porsi SBN masih mendominasi, sementara OJK menekankan tantangan ke depan dari volatilitas pasar, dinamika suku bunga, dan tekanan geopolitik yang dapat memengaruhi strategi penempatan dana.
Berita Silver Terbaru
- Forex
- Crypto