Bank DBS Indonesia catat kenaikan permintaan special rate deposito

Bank DBS Indonesia catat kenaikan permintaan special rate deposito
Permintaan special rate naik

Kenaikan suku bunga acuan mulai mendorong lebih banyak nasabah besar meminta special rate deposito di Bank DBS Indonesia. Meski tren itu menguat, porsi deposito dengan bunga khusus masih kurang dari 10% dari total portofolio deposito perseroan.

Sorotan

  • Permintaan special rate deposito di Bank DBS Indonesia meningkat seiring naiknya suku bunga acuan, selisih bunga spesial hingga 85 basis poin.
  • Porsi deposito dengan special rate masih di bawah 10% dari total portofolio deposito DBI, didominasi nasabah prioritas.
  • Bank DBS Indonesia menyesuaikan bunga deposito bertahap guna menjaga daya saing, namun tetap menyeimbangkan profitabilitas dan kesehatan bank.

Penyesuaian bunga dan rincian portofolio

Kepada KONTAN, Head of Segmentation & Liabilities Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana, mengatakan permintaan special rate deposito dari nasabah sudah mulai tinggi sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan dan kebutuhan bank menjaga daya saing penghimpunan dana.

Ia menjelaskan besaran special rate yang diberikan berbeda-beda, bergantung pada nominal penempatan deposito dan profil nasabah. Selisih bunga khusus itu dapat mencapai maksimal 85 basis poin di atas suku bunga acuan yang berlaku.

Natalina menegaskan kontribusi deposito dengan special rate masih terbatas. Saat ini, porsi deposito yang memperoleh tingkat bunga spesial kurang dari 10% dari total portofolio deposito Bank DBS Indonesia, dan sebagian besar deposannya berasal dari segmen nasabah prioritas bank.

Dampak pada persaingan dana dan strategi bank

Di sisi lain, Bank DBS Indonesia juga telah menyesuaikan suku bunga deposito secara bertahap mengikuti kenaikan suku bunga acuan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga daya saing perseroan dalam menghimpun dana pihak ketiga.

Ke depan, perseroan memperkirakan penyesuaian bunga deposito masih berlangsung mengikuti arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia. Namun bank menyatakan tetap menjaga keseimbangan antara daya saing produk simpanan, profitabilitas, dan tingkat kesehatan bank.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang kenaikan porsi simpanan berbunga di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS, kami mencatat persaingan penghimpunan dana bank menguat karena banyak bank masih selektif menawarkan special rate, terutama kepada deposan besar yang sensitif terhadap imbal hasil. Kami juga menyoroti bahwa kenaikan BI Rate dan penyesuaian TBP LPS mempersempit ruang penurunan bunga deposito, sekaligus meningkatkan tekanan biaya dana yang mulai ditransmisikan ke suku bunga kredit baru.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.