Maybank Indonesia siapkan penerbitan obligasi hijau pada semester II-2026
PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyiapkan penerbitan obligasi hijau pada semester II-2026 sebagai bagian dari penguatan pembiayaan berkelanjutan di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu iklim. Rencana ini masih berada dalam pipeline bisnis perseroan, sementara nilai dana yang akan dihimpun belum diungkapkan.
Sorotan
- Maybank Indonesia berencana menerbitkan obligasi hijau pada semester II-2026 bersama Maybank Sekuritas untuk memperkuat kontribusi program ESG.
- Perusahaan belum mengungkap target dana yang akan dihimpun dari green bond, namun penerbitan masuk dalam pipeline bisnis Maybank Indonesia.
- Dua kerangka kerja utama Maybank Group, Sustainable Product Framework (2022) dan Transition Finance Framework (2023), menopang komitmen pada pembiayaan berkelanjutan.
Rencana penerbitan dan dukungan pembiayaan berkelanjutan
KONTAN melaporkan, rencana itu disampaikan Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan dalam Sustainable Finance Forum 2026 yang digelar Selasa, 30/6/2026. Dalam forum tersebut, perseroan mengundang berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong kesadaran atas urgensi isu keberlanjutan di tengah krisis iklim yang kian serius.Steffano menyatakan penerbitan green bond menjadi salah satu agenda dalam pipeline bisnis bank. Untuk pelaksanaannya, Maybank Indonesia akan bekerja sama dengan Maybank Sekuritas guna mendukung perusahaan dan rencana internal yang ingin memperkuat kontribusi terhadap program ESG.
Ia menambahkan obligasi hijau itu direncanakan terbit pada semester II-2026. Namun, perseroan belum memerinci kisaran dana yang akan dihimpun dari penerbitan surat utang tersebut.
Kerangka keberlanjutan Maybank Group
Dalam kesempatan yang sama, Group Chief Sustainability Officer Maybank, Datuk Shahril Azuar Jimin, menjelaskan bahwa penyaluran pembiayaan berkelanjutan menjadi salah satu wujud komitmen keberlanjutan Maybank Group. Menurut dia, aktivitas sustainable finance grup saat ini ditopang oleh dua kerangka kerja utama.Dua kerangka tersebut adalah Sustainable Product Framework yang diluncurkan pada 2022 dan Transition Finance Framework yang diluncurkan pada 2023. Shahril mengatakan kedua framework itu telah dikenal di tingkat internasional dan memiliki kriteria kelayakan khusus untuk pembiayaan berkelanjutan.
Rencana penerbitan obligasi hijau oleh Maybank Indonesia menunjukkan bank-bank di Indonesia terus memperluas instrumen pendanaan yang terkait keberlanjutan. Langkah ini juga berpotensi memperkuat kapasitas pembiayaan sektor usaha yang membutuhkan dana dengan mandat ESG yang lebih jelas.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pembentukan perusahaan induk konglomerasi keuangan Maybank Indonesia, kami menulis bahwa pemegang saham menyetujui PT Bank Maybank Indonesia Tbk menjadi induk sesuai POJK 30/2024. Kami juga mencatat rencana pengambilalihan kepemilikan di PT Maybank Asset Management, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia yang masih menunggu persetujuan regulator sektoral, sebagai langkah memperkuat sinergi layanan keuangan grup.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto