Ashutosh Sureka

OJK dorong BEI gelar rapat rutin dengan MSCI untuk jaga status pasar Indonesia

OJK dorong BEI gelar rapat rutin dengan MSCI untuk jaga status pasar Indonesia
OJK tuntut koordinasi BEI-MSCI

Kekhawatiran atas potensi penurunan status pasar modal Indonesia mendorong regulator memperketat koordinasi dengan pelaku bursa. OJK menyatakan telah menindaklanjuti seluruh poin evaluasi MSCI, namun masih ada pekerjaan terkait keterbukaan informasi dan dukungan dokumen berbahasa Inggris bagi investor asing.

Sorotan

  • OJK meminta Bursa Efek Indonesia mengadakan pertemuan rutin dengan MSCI untuk memastikan seluruh catatan evaluasi status pasar Indonesia terpenuhi.
  • OJK dan BEI menaikkan batas free float minimum dari 7,5 persen menjadi 15 persen guna meningkatkan likuiditas dan akses investor di pasar modal.
  • Dorongan kuat tetap diberikan kepada emiten untuk menyediakan laporan berbahasa Inggris agar meningkatkan akses investor asing dan menjaga persepsi internasional.

Langkah koordinasi dengan MSCI

Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan meminta manajemen Bursa Efek Indonesia menggelar pertemuan teknis secara berkala dengan MSCI untuk memastikan tidak ada lagi catatan evaluasi yang tertinggal dalam penilaian status pasar Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan regulator telah menyampaikan dan memenuhi seluruh perhatian yang diajukan penyedia indeks global tersebut. Ia juga menyebut telah bertemu langsung dengan MSCI di New York dua bulan lalu untuk membahas kekhawatiran mereka.

Isu yang menjadi perhatian utama mencakup keterbukaan informasi emiten, transparansi pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial ownership, serta perbaikan volume likuiditas perdagangan saham harian. OJK menempatkan komunikasi rutin antara BEI dan MSCI sebagai bagian dari upaya intensif untuk menjaga Indonesia tetap berada dalam kelompok pasar berkembang.

Dampak bagi daya tarik pasar modal

Sebagai tindak lanjut, OJK bersama BEI secara bertahap mengeksekusi sejumlah solusi, termasuk menaikkan batas minimum kepemilikan saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Kebijakan ini diarahkan untuk memperdalam likuiditas pasar dan memperkuat kualitas akses investor terhadap saham-saham tercatat.

Meski demikian, bursa masih menghadapi pekerjaan lanjutan untuk mendorong emiten menyediakan rilis laporan dalam bahasa Inggris. Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan aksesibilitas informasi bagi investor asing, sekaligus menjawab salah satu unsur penilaian yang memengaruhi persepsi internasional terhadap iklim investasi di pasar modal Indonesia.

Skema penempatan dana pemerintah di perbankan nasional hingga Desember 2026 sebelumnya kami bahas sebagai langkah menjaga likuiditas sistem dan menopang fungsi intermediasi perbankan. Dalam ulasan tersebut, kami menyoroti perpanjangan pagu Rp281 triliun serta dana siaga Rp100 triliun yang dinilai dapat membantu ruang ekspansi kredit dan berpotensi meredakan tekanan biaya dana, di tengah kehati-hatian investor terhadap aksesibilitas pasar pasca-kajian MSCI dan faktor makro lainnya.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.