Prudential Syariah dorong proteksi kesehatan untuk menjaga stabilitas finansial keluarga

Prudential Syariah dorong proteksi kesehatan untuk menjaga stabilitas finansial keluarga
Proteksi kesehatan syariah

Kenaikan biaya medis menambah tekanan pada perencanaan keuangan rumah tangga dan memperbesar risiko pengeluaran kesehatan tak terduga. Di tengah kondisi itu, Prudential Syariah menekankan pentingnya perlindungan kesehatan berbasis syariah agar keluarga tidak perlu menguras aset saat menghadapi kebutuhan perawatan.

Sorotan

  • Prudential Syariah telah membayarkan santunan Rp8,5 triliun kepada lebih dari 300.000 peserta sejak 2022 hingga 2025 sebagai bentuk realisasi proteksi syariah.
  • Tingkat inflasi medis sebesar 15,1% meningkatkan urgensi perlindungan asuransi kesehatan untuk menjaga stabilitas finansial keluarga di tengah kenaikan beban pengobatan.
  • Klaim perlindungan kesehatan Prudential Syariah membiayai rawat ICU senilai Rp500 juta dan operasi Rp150 juta, menunjukkan peran mitigasi risiko signifikan bagi nasabah.

Perlindungan syariah dan rekam jejak klaim

KONTAN Indonesia melaporkan, Prudential Syariah menegaskan perannya dalam memberikan ketenangan dan perlindungan finansial bagi keluarga Indonesia melalui solusi berbasis prinsip syariah. Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Gautama mengatakan perusahaan hadir sebagai “Satu yang Melindungi” agar keluarga tidak menghadapi ketidakpastian risiko sendirian.

Menurut Vivin, prinsip saling melindungi dan tolong-menolong, atau ta’awun, menempatkan proteksi bukan sekadar instrumen finansial, tetapi juga bentuk kepedulian untuk menghadirkan ketenangan dan keberkahan bagi masa depan keluarga. Perusahaan juga didukung sekitar 67.000 tenaga pemasar di seluruh Indonesia untuk menjangkau dan mendampingi keluarga dalam merencanakan perlindungan jangka panjang.

Komitmen itu tercermin pada realisasi pembayaran klaim. Sejak berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah mencatat telah membayarkan santunan Rp8,5 triliun kepada lebih dari 300.000 peserta.

Dampak bagi ketahanan keuangan keluarga

Besarnya pembayaran klaim tersebut menunjukkan fungsi proteksi asuransi dalam membantu rumah tangga menghadapi risiko kesehatan tanpa kehilangan stabilitas keuangan secara drastis. Tekanan ini menjadi semakin relevan ketika inflasi medis disebut mencapai 15,1%, yang memperbesar potensi beban biaya pengobatan bagi pemegang polis dan keluarga yang belum terlindungi.

Salah satu nasabah, Ronald, menilai perlindungan kesehatan sebagai kebutuhan penting yang tidak bisa ditunda, seperti sabuk pengaman bagi kondisi finansial keluarga. Berangkat dari pengalaman kerabat yang mengalami tekanan keuangan karena tidak memiliki asuransi, ia mulai memberikan perlindungan kesehatan untuk anaknya melalui Prudential Syariah pada 2019, lalu memperluasnya ke seluruh keluarga.

Manfaat perlindungan itu ia rasakan saat terpapar COVID-19 dan harus menjalani perawatan di ICU selama hampir dua minggu dengan biaya sekitar Rp500 juta, yang seluruhnya ditanggung asuransi. Pada 2022, ia kembali menjalani operasi akibat empedu pecah dengan biaya sekitar Rp150 juta, dan proses klaim kembali berjalan, sementara pemahaman atas polis serta pendampingan tenaga pemasar disebut membantu kelancaran administrasi dan memberi rasa tenang bagi keluarga.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kinerja industri asuransi jiwa konvensional, kami mencatat laba industri per April 2026 naik menjadi Rp7,57 triliun meski tekanan klaim dan volatilitas pasar masih berlanjut. Peningkatan ini ditopang efisiensi operasional, penguatan distribusi (termasuk bancassurance), serta perbaikan hasil investasi, namun pelaku usaha tetap diingatkan untuk mewaspadai risiko lonjakan klaim dan kondisi pasar global.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.