Pertamina International Shipping lanjutkan operasi tanker setelah dua kapal lolos Selat Hormuz

Pertamina International Shipping lanjutkan operasi tanker setelah dua kapal lolos Selat Hormuz
Dua tanker lolos Hormuz

Perlintasan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping melalui Selat Hormuz menandai membaiknya akses pelayaran bagi distribusi energi Indonesia di tengah situasi kawasan yang masih dinamis. Kapal Gamsunoro lebih dulu melintas pada 24 Juni 2026, sementara Pertamina Pride keluar dari jalur tersebut dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli.

Sorotan

  • Pertamina Pride dan Gamsunoro, dua kapal milik Pertamina International Shipping yang tertahan sejak Maret, berhasil melintasi Selat Hormuz dan kembali beroperasi.
  • Keberhasilan perlintasan dua kapal ini dicapai berkat koordinasi antara Kementerian Luar Negeri, PT Pertamina International Shipping, KBRI Teheran, dan otoritas Iran.
  • PIS memproyeksikan Pertamina Pride tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026, memastikan kelancaran distribusi energi nasional dan terus memantau keamanan pelayaran internasional.

Koordinasi lintas lembaga amankan pelayaran

Seperti diberitakan Kompas.com, Kementerian Luar Negeri menyambut baik keberhasilan kapal Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz setelah sebelumnya kapal Gamsunoro juga lebih dulu lolos dari jalur itu. Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Kamis, 9 Juli 2026, perkembangan ini mencerminkan kondisi yang positif di kawasan konflik meski situasinya masih sangat dinamis.

Yvonne menyatakan kelancaran perlintasan kedua kapal merupakan hasil koordinasi erat antara Kemlu RI, PT Pertamina International Shipping, dan KBRI Teheran. Ia menambahkan dukungan komunikasi dengan otoritas terkait di Iran juga membantu memastikan keselamatan kapal dan awaknya.

Dampak pada distribusi energi nasional

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan Pertamina Pride sudah tidak lagi tertahan di Teluk Arab dan kini melanjutkan pelayaran seperti biasa. Menurut dia, keberhasilan itu menyusul kapal Gamsunoro yang telah melewati Selat Hormuz pada 24 Juni 2026, sehingga dua kapal PIS yang tertahan sejak Maret kini kembali beroperasi.

Pertamina Pride diperkirakan menempuh perjalanan sekitar 15 hari dan tiba di Indonesia pada 23 Juli. PIS menyatakan terus memantau kondisi keamanan di jalur pelayaran internasional dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga keselamatan awak, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pergerakan harga minyak, Brent dan WTI berbalik melemah setelah reli tajam yang dipicu eskalasi ketegangan AS-Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan di sekitar Selat Hormuz. Kami menekankan bahwa risiko pelayaran di Hormuz tetap menjadi faktor kunci, karena gangguan sekecil apa pun dapat menaikkan biaya pengiriman dan premi geopolitik pada harga energi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.