PT Pindad raih kontrak pasokan senapan untuk tentara Arab Saudi

PT Pindad raih kontrak pasokan senapan untuk tentara Arab Saudi
Pindad pasok senapan Saudi

Permintaan alat utama sistem persenjataan buatan Indonesia mendapat sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut adanya pesanan baru dari Arab Saudi untuk PT Pindad. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, 10 Juli 2026, dan menegaskan pengakuan luar negeri terhadap kemampuan manufaktur senjata nasional.

Sorotan

  • PT Pindad memperoleh kontrak dari Arab Saudi untuk memasok seluruh senapan dan senapan mesin yang digunakan tentara negara tersebut, tanpa detail nilai kontrak.
  • Prabowo menegaskan kontrak ini menandakan kemampuan industri pertahanan Indonesia menembus pasar ekspor meski jadwal produksi dan jenis senjata belum dirinci.
  • Keberhasilan TNI AD meraih juara umum 13 kali berturut dalam kejuaraan menembak Asia Pasifik memperkuat daya saing PT Pindad di industri pertahanan regional.

Kontrak ekspor dan klaim daya saing

Seperti dilaporkan Kompas.com, Prabowo mengatakan PT Pindad baru saja memperoleh kontrak dari Arab Saudi untuk membangun seluruh senapan dan senapan mesin yang digunakan tentara negara tersebut. Ia menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa produk persenjataan Indonesia diakui negara lain dan telah teruji.

Dalam keterangannya, Prabowo menilai pengadaan itu menunjukkan industri pertahanan dalam negeri mampu menembus pasar luar negeri. Namun, ia tidak merinci nilai kontrak, jadwal produksi, maupun jenis senjata yang dipesan dalam pernyataan tersebut.

Rekam jejak TNI dan implikasi bagi industri pertahanan

Prabowo juga mengaitkan pesanan itu dengan rekam jejak TNI Angkatan Darat dalam kejuaraan menembak di Australia. Menurut dia, TNI AD sudah 13 kali menjadi juara umum dalam ajang yang digelar setiap dua tahun, yang berarti Indonesia memimpin selama 26 tahun di kawasan Asia Pasifik.

Ia mengatakan peserta kejuaraan itu mencakup tentara dari Australia, U.S., Jepang, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Menurut Prabowo, hasil tersebut memperkuat pandangan bahwa prajurit Indonesia mampu unggul ketika didukung perlengkapan yang tepat, pasokan amunisi yang memadai, serta kepemimpinan yang baik, sebuah narasi yang dapat memperkuat posisi PT Pindad di sektor industri pertahanan regional.

Dalam laporan kami sebelumnya, kami membahas langkah pemerintah memperkuat industri pertahanan nasional, termasuk penghentian rencana penjualan aset strategis seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia kepada pihak asing. Kami juga menyoroti pernyataan Prabowo bahwa PT Pindad memperoleh kontrak ekspor dari Arab Saudi untuk memproduksi senapan dan senapan mesin, di tengah agenda pembenahan BUMN agar lebih efisien.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.