Pembiayaan multiguna mendominasi portofolio multifinance Indonesia per Mei 2026
Permintaan pembiayaan masyarakat di industri multifinance tetap terjaga hingga Mei 2026, dengan segmen multiguna masih menjadi penopang utama pertumbuhan. Porsi pembiayaan multiguna mencapai 50,03% dari total pembiayaan industri, di tengah kenaikan total pembiayaan menjadi Rp 513,19 triliun.
Sorotan
- Pembiayaan multiguna multifinance Indonesia mencapai Rp 256,77 triliun per Mei 2026, tumbuh 5,21% dan menyumbang 50,03% dari total industri.
- Pembiayaan investasi turun 5,79% menjadi Rp 168,06 triliun sementara modal kerja tumbuh 7,96% ke Rp 55,36 triliun per Mei 2026.
- Total pembiayaan industri multifinance naik 1,71% ke Rp 513,19 triliun, dengan Non Performing Financing gross meningkat ke 3,06% per Mei 2026.
Komposisi pembiayaan industri per Mei 2026
KONTAN melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan menyatakan penyaluran pembiayaan multiguna industri multifinance mencapai Rp 256,77 triliun per Mei 2026. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman, nilai itu tumbuh 5,21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Segmen tersebut menyumbang 50,03% terhadap total pembiayaan industri, menjadikannya kontributor terbesar dalam portofolio multifinance. Agusman mengatakan fleksibilitas produk multiguna ikut menopang dominasi segmen ini di tengah kebutuhan pembiayaan masyarakat yang masih terjaga.
Pembiayaan investasi menjadi kontributor terbesar kedua dengan nilai Rp 168,06 triliun per Mei 2026 atau setara 32,75% dari total pembiayaan industri. Namun, segmen ini mengalami kontraksi 5,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pembiayaan modal kerja tercatat sebesar Rp 55,36 triliun dengan porsi 10,79% terhadap total industri. Nilai pembiayaan modal kerja tumbuh 7,96% secara tahunan.
Kualitas pembiayaan dan implikasi sektor
Total nilai pembiayaan industri multifinance mencapai Rp 513,19 triliun per Mei 2026, atau tumbuh 1,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Struktur ini menunjukkan pertumbuhan industri masih bertumpu pada pembiayaan konsumtif, terutama multiguna, ketika pembiayaan investasi masih tertekan.Di sisi kualitas aset, Non Performing Financing gross perusahaan pembiayaan berada di level 3,06% per Mei 2026. Angka itu meningkat dari 2,89% pada bulan sebelumnya, menandakan risiko pembiayaan di industri perlu terus dicermati meski penyaluran dana masih bertambah.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan NPF di industri multifinance per Mei 2026, kami mencatat OJK menemukan 42 perusahaan pembiayaan dengan rasio NPF gross di atas 5% dan meminta penguatan manajemen risiko serta penagihan. Kami juga menyoroti bahwa NPF gross industri naik ke 3,06% sementara piutang pembiayaan masih tumbuh 1,71% menjadi Rp513,19 triliun, sehingga pertumbuhan industri dibayangi tekanan kualitas aset.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto