Pemerintah Indonesia jalankan 29 program kesejahteraan untuk hapus kemiskinan ekstrem
Pemerintah Indonesia menjalankan 29 kebijakan kesejahteraan yang menyasar rumah tangga miskin ekstrem hingga rentan miskin dalam kelompok desil 1 sampai desil 4. Paket program tahun 2026 itu mencakup bantuan tunai, dukungan pendidikan, jaminan kesehatan, serta subsidi energi dan pangan dengan cakupan puluhan juta penerima.
Sorotan
- Pemerintah Indonesia jalankan 29 program kesejahteraan lintas sektor pada 2026, termasuk Program Keluarga Harapan untuk 10 juta keluarga dan Kartu Sembako untuk 18,25 juta keluarga.
- Subsidi pendidikan tinggi melalui KIP Kuliah diberikan kepada 1,2 juta mahasiswa dengan pembebasan UKT dan bantuan biaya hidup Rp800.000-Rp1,4 juta per bulan.
- Bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama tiga bulan dialokasikan untuk 33,24 juta keluarga desil 1-4, serta JKN menjangkau 96,8 juta orang.
Rincian program dan sasaran penerima 2026
Seperti diberitakan Kompas.com, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin 20 Juli 2026, bahwa pemerintah telah menjalankan 29 kebijakan terkait peningkatan kesejahteraan. Kebijakan tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu program penghapusan kemiskinan, program universal, dan program afirmatif.Dalam paparan itu, Presiden lebih dulu menyoroti Program Keluarga Harapan yang menjangkau 10 juta keluarga pada desil 1 sampai desil 4 dengan bantuan Rp75.000 hingga Rp250.000 per bulan. Pemerintah juga menjalankan Sekolah Rakyat bagi 44.635 siswa dari keluarga desil 1 dan 2 dengan dukungan Rp4 juta per siswa per bulan.
Pada sektor pendidikan tinggi, Kartu Program Indonesia Pintar Kuliah menjangkau 1,2 juta mahasiswa melalui pembebasan UKT yang dibayarkan langsung ke perguruan tinggi serta bantuan biaya hidup Rp800.000 hingga Rp1,4 juta per bulan. Sementara itu, Program Indonesia Pintar untuk sekolah mencakup 22,1 juta siswa desil 1 sampai desil 4 dengan bantuan Rp37.500 hingga Rp150.000 per bulan, dan Kartu Sembako diberikan kepada 18,25 juta keluarga desil 1 sampai desil 5 sebesar Rp200.000 per bulan.
Dampak fiskal dan cakupan dukungan sosial
Pada bidang kesehatan, Presiden menyatakan Jaminan Kesehatan Nasional telah diberikan kepada 96,8 juta orang. Pemerintah juga melanjutkan berbagai subsidi dan kompensasi, termasuk LPG, solar, Pertalite, listrik, diskon tarif kereta api, diskon angkutan laut, dan bantuan pangan.Bantuan pangan yang disebut dalam sidang itu berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk tiga bulan bagi 33,24 juta keluarga di desil 1 sampai desil 4. Cakupan program menunjukkan fokus pemerintah pada perluasan bantalan sosial bagi kelompok berpendapatan terendah sekaligus menjaga daya beli rumah tangga melalui bantuan langsung, pendidikan, kesehatan, dan subsidi kebutuhan dasar.
Pemaparan tersebut menegaskan bahwa strategi penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 tidak hanya bertumpu pada satu skema bantuan, tetapi pada kombinasi program lintas sektor. Bagi perekonomian nasional, pendekatan ini berpotensi memperbesar konsumsi rumah tangga berpenghasilan rendah dan mempertahankan permintaan dasar, meski efektivitasnya tetap bergantung pada ketepatan penyaluran dan kesinambungan anggaran.
Dalam artikel kami sebelumnya, penguatan sistem perlindungan sosial nasional yang dipaparkan Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna 20 Juli 2026 dijelaskan mencakup bantuan pangan, subsidi energi, dukungan pendidikan, perumahan, hingga layanan kesehatan. Kami juga menyoroti rencana evaluasi desain bantuan—termasuk kemungkinan menambah penerima bantuan perumahan dan menyesuaikan skema penyaluran—serta program skala besar seperti makan bergizi gratis dan cek kesehatan gratis yang ditujukan untuk menjaga daya beli dan akses layanan dasar.
Berita Wheat Terbaru
- Forex
- Crypto