BSI dukung pembentukan IBMA untuk penguatan pasar bullion nasional
Industri bullion Indonesia memasuki fase baru dengan terbentuknya Indonesia Bullion Market Association, atau IBMA, yang mulai mendorong percepatan ekosistem pasar emas nasional. PT Bank Syariah Indonesia Tbk menjadi salah satu pendiri asosiasi itu sambil memperluas layanan bullionnya, di tengah upaya pemerintah mempercepat hilirisasi emas.
Sorotan
- IBMA resmi dibentuk dengan BSI sebagai pendiri utama, bertujuan mempercepat integrasi dan menumbuhkan ekosistem pasar bullion nasional yang transparan serta berdaya saing global.
- Per Mei 2026, BSI mengelola lebih dari 23 ton emas dan menghadirkan pembelian emas digital mulai Rp 50.000 melalui aplikasi BYOND by BSI, termasuk pengembangan fitur tabungan emas rutin.
- IBMA menargetkan standardisasi, edukasi, dan kolaborasi industri untuk mendorong pasar bullion kredibel dan efisien, serta menjadikan Indonesia pemain kunci di Asia Tenggara.
Agenda awal pembentukan asosiasi bullion
KONTAN melaporkan, IBMA langsung menggelar rapat pleno perdana untuk mempercepat pembentukan ekosistem pasar bullion nasional yang lebih terintegrasi, transparan, dan berdaya saing global. BSI menempatkan diri sebagai salah satu pendiri asosiasi tersebut sekaligus menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan industri bullion nasional.Direktur Sales & Distribution BSI yang juga Sekretaris Jenderal IBMA, Anton Sukarna, mengatakan pembentukan IBMA diharapkan mampu mempercepat pengembangan industri bullion dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi antar pelaku industri. Dalam siaran pers pada Selasa, 21 Juli 2026, ia juga menyatakan BSI terus mengedukasi masyarakat bahwa emas merupakan salah satu instrumen investasi syariah yang aman dan memiliki nilai intrinsik dalam jangka panjang.
Menurut Anton, di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, BSI menyiapkan berbagai langkah agar investasi emas semakin mudah dijangkau masyarakat. Sebagai bagian dari pengembangan bisnis bullion, bank itu saat ini telah memiliki layanan perdagangan emas, penitipan emas, dan simpanan emas.
Dampak bagi akses investasi dan daya saing pasar
Hingga Mei 2026, BSI mengelola lebih dari 23 ton emas. Masyarakat juga kini dapat membeli emas digital mulai sekitar Rp 50.000 melalui aplikasi BYOND by BSI, sementara perseroan sedang menyiapkan fitur tabungan emas rutin untuk memperluas akses investasi emas.IBMA dibentuk sebagai wadah kolaborasi pelaku industri bullion untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri nasional. Ketua Umum IBMA yang juga Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan asosiasi itu membawa misi mengubah peran emas dari sekadar instrumen lindung nilai menjadi aset keuangan yang produktif.
Ia menilai keberadaan IBMA diharapkan mampu mempercepat integrasi pasar bullion nasional, sehingga memperluas ragam produk berbasis emas sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai salah satu pusat perdagangan bullion di kawasan Asia Tenggara.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang capaian bank emas nasional, kami mencatat bahwa dalam satu tahun operasionalnya lembaga tersebut telah mengelola 153 ton emas senilai sekitar US$20 miliar, yang dihimpun melalui layanan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia. Kami juga menyoroti bahwa penguatan ekosistem bullion ini diposisikan pemerintah sebagai strategi pendalaman pasar keuangan domestik, termasuk melalui perluasan layanan simpanan, perdagangan, dan pembiayaan berbasis emas.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto