Imbal hasil Treasury AS yang tinggi menekan nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS mendekati support $1,3294
Pound Sterling vs Dollar (GBP/USD) diperdagangkan di $1,3361 setelah mengalami penurunan moderat sepanjang hari, ditutup mendekati level terendah sesi dan tetap berada di bawah rata-rata pergerakan utamanya.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Sorotan
- Permintaan dolar AS melonjak ke level tertinggi satu minggu karena imbal hasil Treasury yang tinggi dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong arus safe haven.
- Aversi risiko pasar mendorong investor mengurangi posisi pada mata uang berisiko tinggi, memperkuat daya tarik defensif dolar.
- GBP/USD diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan utama dengan momentum teknikal bearish yang bulat, menargetkan kisaran $1,3294 hingga $1,3428 dan risiko penurunan yang tinggi.
Permintaan safe haven meningkat akibat ketegangan Timur Tengah dan lonjakan imbal hasil
Permintaan terhadap dolar AS menguat ke level tertinggi satu minggu karena pasar bereaksi terhadap kenaikan imbal hasil Treasury dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menurut Economictimes Indiatimes. Peningkatan permintaan dolar ini mencerminkan preferensi investor terhadap aset safe haven di tengah periode ketidakpastian saat ini. Sentimen risk-off yang terkait dengan perkembangan di Timur Tengah mendorong investor untuk mengurangi eksposur pada mata uang berisiko lebih tinggi, seperti dicatat oleh Fxstreet.
Momen bearish saat teknikal mengonfirmasi tekanan oversold
GBP/USD bertahan di bawah MA-20 di $1.343, MA-50 di $1,3443, dan MA-200 di $1,3443, sementara Ichimoku Kijun pada grafik harian menetapkan resistance langsung di $1,3431. MACD mengindikasikan momentum bearish yang berlanjut, dengan ADX netral menyoroti kurangnya keyakinan arah yang kuat. RSI sangat oversold di 25,04, dan baik Stochastic RSI maupun CCI juga menunjukkan kondisi oversold. Bull/Bear Power menegaskan dominasi penjual secara intraday, dan Awesome Oscillator sejalan dengan tren turun yang sedang berlangsung.
Kenaikan terbatas karena risiko jangka pendek mendukung penurunan lanjutan
Ekspektasi jangka pendek adalah GBP/USD akan tetap tertekan dalam rentang volatilitas $1,3294–$1,3428 selama dua hingga tiga sesi ke depan. Pergerakan di atas resistance $1,3431 akan membuka peluang skenario bullish, meski probabilitas jangka pendek masih sangat condong ke arah pelemahan lebih lanjut. Jika pasangan ini turun di bawah support $1,3294, kemungkinan besar momentum penurunan akan semakin cepat dan menguji level yang lebih rendah.
Sebelumnya, para analis mencatat bahwa fokus pasar telah bergeser dari ketidakpastian politik ke ekspektasi kebijakan fiskal setelah penunjukan John Healey sebagai menteri keuangan baru Inggris. Perkembangan terbaru menyoroti bagaimana faktor risiko eksternal—khususnya arus safe haven ke dolar di tengah ketidakpastian geopolitik—kini memberikan pengaruh lebih besar pada GBP/USD, sehingga penembusan di bawah support $1,3294 menjadi risiko penurunan utama yang perlu dipantau.
- Forex
- Crypto