IHSG merosot 1,51 persen di tengah tekanan saham teknologi dan bahan baku

IHSG merosot 1,51 persen di tengah tekanan saham teknologi dan bahan baku
IHSG jatuh tajam hari ini

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berakhir melemah tajam pada Selasa, dengan IHSG turun ke level 6.147,86 setelah dibuka lesu sejak pagi. Pelemahan ini terjadi di tengah dominasi saham yang turun dan tekanan sektoral yang paling besar datang dari teknologi, bahan baku, serta saham siklikal.

Sorotan

  • IHSG ditutup turun 1,51 persen atau 94,03 poin ke level 6.114 pada 28 September 2026 dengan volume transaksi 36,82 miliar saham senilai Rp12,28 triliun.
  • Sektor teknologi dan bahan baku memimpin penurunan sektor masing-masing sebesar 4,46 persen dan 3,3 persen di tengah dominasi pelemahan 532 saham.
  • Saham Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU) naik 34,62 persen sebagai top gainer, sementara Fortune Indonesia (FORU) turun paling dalam hingga 15 persen.

Pergerakan indeks dan data perdagangan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG ditutup turun 1,51 persen atau 94,03 poin pada perdagangan Selasa, 28 September 2026. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 6.140 hingga 6.227, setelah dibuka di level 6.209.

Tekanan pasar terlihat dari komposisi pergerakan saham, dengan 532 saham melemah, 180 saham menguat, dan 81 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 36,82 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,28 triliun, sementara frekuensi transaksi tercatat 1,6 juta kali.

Tekanan sektoral dan pergerakan saham unggulan

Sebagian besar sektor berada di zona merah. Sektor teknologi memimpin penurunan dengan koreksi 4,46 persen, diikuti bahan baku 3,3 persen, sektor siklikal 3,04 persen, infrastruktur 2,33 persen, properti 1,60 persen, keuangan 1,19 persen, non siklikal 0,98 persen, kesehatan 0,66 persen, dan industri 0,32 persen.

Di sisi lain, hanya sedikit sektor yang menguat, yakni energi 0,04 persen dan transportasi 0,47 persen. Dari jajaran top gainers, saham Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU) naik 34,62 persen, Berlian Laju Tanker (BLTA) menguat 34,38 persen, dan MIRA bertambah 33,33 persen.

Pada kelompok saham yang tertekan, Fortune Indonesia (FORU) mencatat penurunan terdalam sebesar 15,00 persen. Triniti Dinamik (TRUE) juga turun 15 persen, sedangkan Hotel Sahid Jaya International (SHID) melemah 14,92 persen.

Perubahan batas harga minimum saham Rp1 di Bursa Efek Indonesia pernah kami bahas sebagai sentimen yang dapat mengubah dinamika perdagangan, terutama lewat potensi kenaikan likuiditas pada saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50. Namun, kami juga menekankan bahwa aturan ini dapat meningkatkan volatilitas dan mendorong kehati-hatian investor melalui penyesuaian portofolio serta risiko aksi cut loss.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.