BTN catat 2,23 miliar transaksi balé by BTN hingga September 2026
Ekspansi layanan digital menjadi salah satu fokus PT Bank Tabungan Negara Tbk seiring persaingan perbankan yang makin mengandalkan aplikasi untuk mendorong pertumbuhan transaksi dan dana murah. Hingga September 2026, balé by BTN mengumpulkan 5,02 juta pengguna terdaftar, dengan pertumbuhan pengguna 51% secara tahunan dan nilai transaksi mencapai Rp 103,53 triliun.
Sorotan
- Volume transaksi balé by BTN naik 46% secara tahunan hingga September 2026, dengan total transaksi tercatat mencapai 2,23 miliar.
- Pendanaan tabungan melalui ekosistem digital BTN naik 30% dan pendapatan komisi meningkat 42% secara tahunan per September 2026.
- BTN memperluas kolaborasi ekosistem dan memperkuat keamanan digital untuk mendorong pertumbuhan pengguna serta kontribusi bisnis layanan digital.
Pertumbuhan pengguna dan pengembangan layanan digital
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, aplikasi balé by BTN yang diluncurkan pada 6 Maret 2025 kini berkembang menjadi platform digital yang tidak hanya melayani transaksi perbankan, tetapi juga berbagai kebutuhan harian nasabah. Hingga September 2026, volume transaksi di aplikasi itu naik 46% secara tahunan, sementara total transaksi yang tercatat mencapai 2,23 miliar.Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan balé by BTN saat ini memiliki lebih dari 764 fitur. Layanan yang tersedia mencakup transaksi perbankan, pembelian tiket pesawat, hotel, kereta api dan Whoosh, pulsa, paket data, hingga voucher belanja.
BTN juga mengembangkan layanan balé Properti untuk membantu masyarakat mencari hunian dan mengakses pembiayaan rumah. Menurut Nixon, perseroan terus mengembangkan layanan digital itu agar menawarkan pengalaman yang lebih personal dan berbeda dibandingkan aplikasi perbankan lain.
Dampak terhadap bisnis dan fokus ekspansi ekosistem
Pertumbuhan pengguna dan transaksi balé by BTN mulai berkontribusi pada kinerja bisnis perseroan. Hingga September 2026, pendanaan tabungan melalui ekosistem digital BTN meningkat 30% secara tahunan, sedangkan pendapatan berbasis komisi naik 42% secara tahunan.BTN memperluas kolaborasi dengan berbagai ekosistem, termasuk merchant, pendidikan, transportasi, kesehatan, pariwisata, dan properti. Strategi ini diharapkan memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi nasabah di luar kantor cabang.
Ke depan, BTN berfokus meningkatkan keterlibatan pengguna agar pertumbuhan jumlah pengguna diikuti kenaikan transaksi dan kontribusi yang lebih besar terhadap bisnis perseroan. Di sisi lain, bank itu juga memperkuat keamanan layanan digital seiring meningkatnya aktivitas transaksi, sambil mendorong edukasi nasabah untuk meningkatkan pemahaman mengenai keamanan bertransaksi digital.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang penguatan koordinasi OJK dan Bank Indonesia dalam pengawasan perbankan global, kami membahas bagaimana digitalisasi, aset kripto, dan kecerdasan buatan membentuk profil risiko baru bagi industri. Artikel tersebut juga menyoroti makin eratnya integrasi antara bank, penyedia jasa pembayaran, dan platform digital, sehingga pengawas didorong menerapkan pendekatan berbasis risiko yang netral teknologi untuk menjaga stabilitas dan perlindungan konsumen.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto