Jakarta membuka peluang perpanjangan MRT timur-barat ke Tangerang dan Tangsel
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang memperpanjang jalur MRT lintas timur-barat hingga Tangerang dan Tangerang Selatan seiring berjalannya pembangunan tahap awal proyek tersebut. Rencana lanjutan itu bergantung pada kelancaran fase pertama dan kedua, termasuk pengembangan depo di Rorotan, di tengah upaya memperkuat konektivitas transportasi dengan wilayah penyangga ibu kota.
Sorotan
- Pemprov DKI Jakarta membuka peluang perpanjangan jalur MRT timur-barat ke Tangerang dan Tangerang Selatan jika pembangunan tahap awal berjalan baik.
- Studi kelayakan rute Lebak Bulus-Serpong sepanjang 22 km, target selesai akhir 2026, digarap bersama Sinarmas Land dengan potensi 10 stasiun dan satu depo.
- Layanan Transjabodetabek sudah mengangkut rata-rata 10.000 penumpang ke Bogor dan 7.000 ke bandara per hari, mendukung integrasi mobilitas Jabodetabek.
Rencana ekspansi dan tahapan proyek
Seperti diberitakan Kompas.com, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan perpanjangan jalur MRT timur-barat ke Tangerang, bahkan hingga Tangerang Selatan, dapat diwujudkan jika pembangunan fase awal berjalan baik. Ia mengatakan kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk proyek MRT lintas timur-barat sudah dimulai, proses pembebasan lahan sudah berjalan, dan tim penanganan proyek telah dibentuk.Pramono menyampaikan harapan agar pembangunan tahap awal berlangsung lancar sehingga pengembangan jaringan MRT ke wilayah penyangga Jakarta bisa direalisasikan. Pernyataan itu disampaikan di Balai Kota Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026.
Sebelumnya, PT MRT Jakarta (Perseroda) menyatakan rencana perpanjangan jalur hingga Serpong, Tangerang Selatan, dan Balaraja, Kabupaten Tangerang, masih berada dalam tahap pengkajian bersama pengembang swasta. Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud mengatakan studi kelayakan untuk rute Lebak Bulus-Serpong dilakukan bersama Sinarmas Land dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Menurut Farchad, rute Lebak Bulus-Serpong diperkirakan sepanjang 22 kilometer dengan 10 stasiun dan satu depo, sementara waktu tempuh dari Jakarta ke Tangerang Selatan diperkirakan sekitar 36 menit. Namun, lokasi stasiun dan jalur yang dilalui masih dikaji sehingga belum menjadi rute final, sedangkan perpanjangan lintas timur-barat dari Kembangan ke Balaraja juga masih disiapkan melalui kerja sama kajian dengan tujuh pengembang swasta.
Dampak pada integrasi mobilitas Jabodetabek
Selain rencana ekspansi MRT, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperluas layanan transportasi umum yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan sekitarnya. Pramono menyebut layanan Transjabodetabek menuju Bogor rata-rata melayani sekitar 10.000 penumpang per hari, sementara layanan menuju bandara melayani sekitar 7.000 penumpang per hari.Penguatan jaringan angkutan massal lintas wilayah itu ditujukan untuk mendorong integrasi mobilitas penduduk Jakarta dan daerah penyangga. Jika proyek MRT dan layanan pengumpan regional berkembang sesuai rencana, konektivitas menuju pusat kegiatan di Jakarta, Tangerang, dan Tangerang Selatan berpotensi meningkat sekaligus memperluas cakupan sistem transportasi publik di kawasan metropolitan.
Rencana pengadaan 3.782 bus listrik Transjakarta menjadi fokus yang sebelumnya kami ulas, termasuk kebutuhan pembiayaan Rp 5,07 triliun dan skema pendanaannya lewat kerja sama dengan Bank Jakarta serta Jaminan Kredit Daerah. Dalam laporan tersebut, Pemprov menargetkan percepatan elektrifikasi armada untuk menekan polusi udara, sambil menyoroti bahwa sumber emisi lain seperti PLTU berbahan bakar batu bara juga perlu ditangani melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto