BTN perkuat dominasi pembiayaan perumahan dengan KPR Rp 552 triliun
Di tengah transformasi bisnis perbankan dan dorongan pembiayaan rumah nasional, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyalurkan kredit pemilikan rumah senilai Rp 552 triliun hingga September 2026. Perseroan juga menguasai 69% pasar KPR subsidi, menegaskan peran besarnya dalam pembiayaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sorotan
- BTN meraih pangsa pasar pembiayaan perumahan sebesar 39% dan KPR subsidi 69%, dengan total penyaluran KPR mencapai Rp 552 triliun hingga September 2026.
- Realisasi plafon Kredit Program Perumahan BTN sebesar Rp 6,16 triliun kepada 9.236 debitur per 20 Oktober 2026, memperkuat rantai pasok dan permintaan perumahan.
- Platform digital BTN mencatat 4,3 juta pengguna dan nilai transaksi Rp 67 triliun per Juni 2026, naik 62,4% secara tahunan, didorong transformasi digital dan modernisasi layanan.
Ekspansi pembiayaan dan transformasi layanan
KONTAN melaporkan, BTN mencatat pangsa pasar di sektor pembiayaan perumahan mencapai 39% pada Juni 2026, sementara pangsa pasar KPR subsidi tercatat 69% hingga September 2026. Dalam siaran pers pada Senin, 26 Oktober 2026, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan perseroan terus mentransformasi bisnis untuk memperluas layanan keuangan bagi keluarga Indonesia melalui pengembangan ekosistem perumahan, perluasan pembiayaan hunian, dan percepatan digitalisasi layanan.BTN juga memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, serta menggandeng komunitas dan organisasi profesi untuk menjangkau pekerja sektor informal. Sepanjang Januari hingga September 2026, penyaluran program perumahan BTN lewat kerja sama dengan kementerian dan lembaga mencapai 35.808 unit, dengan sasaran antara lain guru, tenaga kesehatan, awak media, buruh, pegawai BKKBN, anggota Polri, hingga masyarakat di Provinsi Maluku.
Selain pembiayaan kepemilikan rumah, BTN memperkuat penyaluran Kredit Program Perumahan untuk menopang sisi pasokan dan permintaan. Dari sisi pasokan, bank ini bekerja sama dengan lebih dari 8.000 mitra pengembang, serta menyalurkan pembiayaan kepada kontraktor, pemasok, distributor, dan toko bahan bangunan dalam rantai pasok perumahan. Dari sisi permintaan, pembiayaan diarahkan kepada calon debitur potensial, termasuk wiraswasta, merchant BTN, dan nasabah dengan riwayat kredit yang baik.
Dampak operasional dan arah pengembangan bisnis
Berdasarkan data per 20 Oktober 2026, realisasi plafon Kredit Program Perumahan BTN mencapai Rp 6,16 triliun kepada 9.236 debitur. Nilai itu terdiri atas Rp 4,02 triliun untuk sisi pasokan dan Rp 2,14 triliun untuk sisi permintaan, menunjukkan upaya bank memperkuat ekosistem perumahan secara lebih menyeluruh.Di luar pembiayaan perumahan, BTN menggenjot digitalisasi layanan untuk memperluas jangkauan bisnis. Platform digital yang diluncurkan pada Februari 2025 mencatat sekitar 4,3 juta pengguna hingga Juni 2026, naik 62,4% secara tahunan, sementara nilai transaksinya mencapai Rp 67 triliun, meningkat dari Rp 43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga memodernisasi sistem perbankan dengan memanfaatkan artificial intelligence dan optical character recognition, serta menargetkan waktu penyelesaian proses kredit konsumer menjadi lima hari. Di tengah transformasi tersebut, BTN menjaga kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah konsolidasian sebesar 3,0% pada Juni 2026 dan terus mengembangkan pembiayaan perumahan berkelanjutan melalui program Rumah Rendah Emisi, yang telah membangun sekitar 18.000 unit hingga Juni 2026 dan ditargetkan mencapai 200.000 unit pada 2030.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pembayaran bunga ke-37 Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I 2017 Seri D, BTN menuntaskan kewajiban kupon pada 13 Oktober 2026 dengan bunga bersih Rp30,08 miliar dari nilai pokok yang masih tercatat Rp1,386 triliun. Pembayaran tepat waktu ini menegaskan keberlanjutan pengelolaan pendanaan pasar modal BTN dan memberi kepastian arus kas bagi investor, di tengah kebutuhan pembiayaan bank yang terus berjalan.
Berita Company News Terbaru
- Forex
- Crypto