IHSG merosot pada pembukaan perdagangan Jakarta

IHSG merosot pada pembukaan perdagangan Jakarta
IHSG anjlok di pembukaan

Tekanan jual mewarnai awal perdagangan saham di Jakarta pada Kamis, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan turun tajam sejak pembukaan. Dalam menit-menit pertama, pelemahan meluas ke ratusan saham dan menyeret seluruh indeks sektoral ke zona merah.

Sorotan

  • IHSG dibuka turun 1,51 persen ke level 5.247 dan memperdalam penurunan menjadi 2,32 persen ke level 5.204 pada 22/10/2026.
  • Seluruh indeks sektoral, termasuk energi, konsumer, keuangan, properti, dan teknologi, mengalami tekanan jual secara luas pada pembukaan perdagangan.
  • Top gainers dipimpin oleh PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) dan PT Haloni Jane Tbk (HALO), sedangkan PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) menjadi top loser.

Pelemahan awal dan pergerakan indeks

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka turun 1,51 persen ke level 5.247 pada perdagangan Kamis, 22/10/2026. Memasuki menit pertama perdagangan, indeks memperdalam penurunan menjadi 2,32 persen ke level 5.204.

Pada fase awal sesi, sebanyak 58 saham menguat, 547 saham melemah, dan 358 saham stagnan. Nilai transaksi awal tercatat Rp648 miliar dengan volume perdagangan mencapai 1,2 miliar lembar saham.

Tekanan juga terjadi pada indeks utama lain. Indeks LQ45 turun 2,57 persen ke level 522, Jakarta Islamic Index melemah 2,89 persen ke level 301, indeks MNC36 turun 2,42 persen ke level 230, dan IDX30 terkoreksi 2,49 persen ke level 293.

Dampak sektoral dan pergerakan saham

Seluruh indeks sektoral berada di zona merah pada awal perdagangan, mencakup sektor energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, industri, kesehatan, keuangan, properti, transportasi, dan teknologi. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual terjadi secara luas di pasar, bukan hanya pada kelompok saham tertentu.

Di tengah pelemahan pasar, daftar top gainers dipimpin oleh PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Haloni Jane Tbk (HALO), dan Reksa Dana Syariah Premier ETF JII. Sementara itu, top losers dipimpin oleh PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), dan PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (AEGS).

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang penurunan IHSG pada penutupan perdagangan 15 Oktober 2026, indeks ditutup melemah 1,33% ke level 5.863 di tengah tekanan jual yang meluas. Kami mencatat seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah, sementara indeks-indeks utama seperti LQ45, JII, IDX30, dan MNC36 ikut terkoreksi meski ada beberapa saham yang masih mencatat penguatan tajam.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.