IHSG menguat pada pembukaan perdagangan, saham energi dan teknologi menopang

IHSG menguat pada pembukaan perdagangan, saham energi dan teknologi menopang
IHSG dibuka menguat

Perdagangan saham di Jakarta dibuka positif pada Selasa, dengan Indeks Harga Saham Gabungan naik ke level 5.126 pada awal sesi. Dalam menit-menit pertama, penguatan meluas di mayoritas sektor dengan nilai transaksi awal mencapai Rp641 miliar.

Sorotan

  • IHSG dibuka menguat 0,58 persen ke 5.126 pada 3 November 2026, didukung 315 saham naik, 141 turun, dan 507 stagnan.
  • LQ45 naik 0,59 persen ke 520, JII naik 0,68 persen ke 294, dan IDX30 menguat 0,47 persen ke 292 pada awal perdagangan.
  • Sektor energi, teknologi, konsumer non-siklikal, properti, keuangan, dan transportasi menopang penguatan mayoritas indeks sektoral di awal sesi.

Pergerakan awal indeks dan saham teraktif

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka menguat 0,58 persen ke 5.126 pada perdagangan 3 November 2026. Setelah satu menit berjalan, indeks masih naik 0,55 persen ke 5.124, dengan 315 saham berada di zona hijau, 141 saham melemah, dan 507 saham stagnan.

Volume transaksi awal mencapai 258 juta lembar saham. Di kelompok indeks utama, LQ45 menguat 0,59 persen ke 520, JII naik 0,68 persen ke 294, MNC36 bertambah 0,65 persen ke 240, dan IDX30 naik 0,47 persen ke 292.

Tiga saham yang memimpin daftar penguatan yakni PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), dan PT Mitrabrata Adiperdana Tbk (MBAP). Sementara itu, saham yang masuk jajaran penurun terdalam meliputi PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP), dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA).

Dukungan sektoral pada sentimen pasar domestik

Mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau pada awal perdagangan. Penguatan terlihat pada sektor energi, konsumer non-siklikal, properti, teknologi, keuangan, bahan baku, transportasi, infrastruktur, dan kesehatan.

Tekanan hanya terlihat pada sektor konsumer siklikal dan industri. Komposisi ini menunjukkan sentimen pasar domestik pada awal sesi cenderung positif, dengan minat beli menyebar ke sejumlah sektor utama di bursa.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan saham bank-bank besar di BEI, kami mencatat mayoritas emiten perbankan berkapitalisasi jumbo tetap menguat meski IHSG terkoreksi pada penutupan perdagangan 15 Oktober 2026. Ulasan tersebut juga menyoroti BBCA yang melemah di tengah tekanan rupiah dan meningkatnya ekspektasi suku bunga global, sehingga menjadi konteks penting untuk membaca arah sentimen sektor keuangan ketika pasar berfluktuasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.