BRI percepat penyaluran KPR subsidi dan KUR perumahan hingga Rp13,8 triliun pada Juni 2026

BRI percepat penyaluran KPR subsidi dan KUR perumahan hingga Rp13,8 triliun pada Juni 2026
BRI capai 63% target KPR

Permintaan pembiayaan rumah bersubsidi terus menjadi fokus perbankan nasional di tengah target pemerintah yang lebih tinggi pada 2026. Hingga Juni 2026, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk telah menyalurkan KPR FLPP dan KUR Perumahan sebesar Rp13,8 triliun, setara sekitar 63% dari target Rp22 triliun yang diterimanya.

Sorotan

  • BRI telah merealisasikan penyaluran KPR subsidi dan KUR perumahan sekitar Rp13,8 triliun atau 63% dari target Rp22 triliun hingga Juni 2026.
  • Realisasi KUR Perumahan mencapai 89% dari target sementara KPR FLPP baru 32%, didukung strategi menyasar sisi supply dan demand secara simultan.
  • Pemerintah menargetkan pembiayaan perumahan bersubsidi nasional Rp95 triliun tahun ini dan tingginya penyerapan KUR Perumahan membuka peluang kenaikan target bagi BRI.

Realisasi penyaluran dan target 2026

KONTAN melaporkan, BRI menyatakan optimistis dapat melampaui target penyaluran kredit perumahan bersubsidi hingga akhir 2026 setelah capaian semester pertama menunjukkan laju yang kuat. Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan perseroan mendapat target penyaluran Rp22 triliun, yang terdiri dari Rp10 triliun untuk KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dan Rp12 triliun untuk KUR Perumahan.

Menurut Hery, hingga Juni 2026 realisasi total sudah mencapai sekitar Rp13,8 triliun atau 63% dari target. Ia mengatakan capaian KUR Perumahan telah menyentuh sekitar 89% dari target, sementara realisasi KPR FLPP baru sekitar 32% dari target Rp10 triliun.

Secara nasional, pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar Rp95 triliun pada tahun ini. Nilai itu terdiri dari Rp45 triliun untuk KPR FLPP dan Rp50 triliun untuk KUR Perumahan, naik dari target sebelumnya Rp36 triliun.

Strategi distribusi dan dampak bagi pasar perumahan

BRI menyebut tingginya realisasi KUR Perumahan ditopang strategi yang menyasar sisi pasokan dan permintaan secara bersamaan. Di sisi pasokan, bank menggandeng kontraktor, pengembang, dan toko bangunan untuk memperluas penggunaan KUR Perumahan, sementara dari sisi permintaan perseroan rutin menggelar sosialisasi kepada masyarakat di berbagai daerah.

Hery mengatakan pendekatan tersebut mendorong penyerapan program tetap tinggi. Salah satu sosialisasi di Kota Bandung pada pekan lalu mencatat potensi penyaluran KUR Perumahan lebih dari Rp400 miliar dengan hampir 2.000 calon debitur, sedangkan kegiatan serupa di Malang, Batu, dan Blitar menghasilkan potensi pembiayaan sekitar Rp530 miliar.

Tingginya realisasi KUR Perumahan juga disebut membuka peluang kenaikan target bagi BRI dari pemerintah. Ke depan, perseroan menargetkan potensi penyaluran yang lebih besar lagi seiring perhatian pemerintah terhadap percepatan pembiayaan rumah bersubsidi.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan sistem perlindungan sosial nasional 2026, kami mengulas 29 kebijakan kesejahteraan yang menyasar rumah tangga desil 1–4 melalui bantuan tunai, pangan, subsidi energi, dukungan pendidikan, dan jaminan kesehatan. Kami juga menyoroti arah evaluasi desain bantuan—termasuk peluang memperluas penerima bantuan perumahan serta penyesuaian skema penyaluran—sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli dan akses layanan dasar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.