Hlib Chabaniuk

Jakarta usulkan pembangunan hunian vertikal untuk ASN dekat pusat kerja

Jakarta usulkan pembangunan hunian vertikal untuk ASN dekat pusat kerja
Hunian vertikal ASN Jakarta

Pemerintah menyoroti waktu tempuh panjang pekerja komuter ke Jakarta sebagai hambatan bagi kualitas hidup dan efisiensi aktivitas harian. Usulan hunian vertikal bagi aparatur sipil negara, ASN, diarahkan untuk mendekatkan tempat tinggal ke kantor sekaligus mendukung pemanfaatan lahan perkotaan yang lebih efektif.

Sorotan

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan pembangunan hunian vertikal bagi ASN di Jakarta agar pekerja tinggal lebih dekat ke kantor.
  • Pemerintah akan memanfaatkan aset negara untuk mendukung pembangunan menara hunian, sesuai pembicaraan dengan Menteri Perumahan Rakyat demi efisiensi perkotaan.
  • Integrasi transportasi dan kerja sama antarwilayah Bodetabek direncanakan untuk memperluas manfaat pembangunan hunian serta kemungkinan subsidi silang antar daerah.

Rencana hunian vertikal dan pemanfaatan aset pemerintah

Seperti diberitakan Kompas.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan pembangunan hunian vertikal untuk ASN di Jakarta agar mereka dapat tinggal lebih dekat dengan lokasi kerja. Ia menilai banyak pekerja yang saat ini tinggal di wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Bogor harus berangkat sejak pagi dan baru kembali pada malam hari, sehingga waktu bersama keluarga menjadi terbatas.

Airlangga mengatakan Jakarta tidak lagi cocok dikembangkan sebagai kota datar dan perlu bergerak ke pola pembangunan yang lebih vertikal. Menurut dia, pendekatan itu dapat mempersingkat perjalanan harian pekerja dan sekaligus menjawab kebutuhan hunian di dekat pusat aktivitas ekonomi.

Ia juga menyebut pemerintah memiliki banyak aset yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan menara hunian bagi ASN. Gagasan itu, kata dia, telah dibicarakan pula dengan Menteri Perumahan Rakyat sebagai bagian dari pengembangan kawasan perkotaan yang lebih efisien.

Integrasi Bodetabek dan dampak bagi pengembangan kawasan

Dalam pandangan Airlangga, pengembangan Jakarta tidak dapat dipisahkan dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, Bodetabek. Karena itu, pembangunan hunian vertikal di Ibu Kota perlu berjalan seiring dengan integrasi transportasi antarkawasan dan kerja sama antarpemerintah daerah.

Ia menilai kolaborasi tersebut dapat memperluas manfaat pembangunan bagi Jakarta maupun wilayah penyangga. Airlangga juga menyinggung kemungkinan subsidi silang antara Jakarta dan daerah sekitarnya untuk membantu pemerataan hasil pembangunan di kawasan metropolitan.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang upaya Pemprov DKI Jakarta merangkul swasta untuk mempercepat pembangunan kota, Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya kepercayaan dan keterbukaan agar lebih banyak proyek bisa digarap bersama tanpa membebani APBD. Ia menilai ruang kolaborasi yang memudahkan dunia usaha dapat membuka fleksibilitas pembiayaan untuk proyek-proyek perkotaan, termasuk pengembangan kawasan strategis.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.