Yulia Slavina

Kreator live streaming menghadapi potongan platform besar dari pendapatan gift

Kreator live streaming menghadapi potongan platform besar dari pendapatan gift
Pendapatan kreator tergerus potongan

Maraknya siaran langsung di media sosial membuka peluang pendapatan baru bagi kreator, tetapi nilai gift virtual yang terlihat di layar tidak langsung menjadi uang bersih. Potongan platform sekitar 30 hingga 50 persen serta kecilnya nilai sejumlah hadiah membuat pemasukan kreator sangat bergantung pada volume gift, jumlah penonton, dan interaksi selama siaran.

Sorotan

  • Kreator live streaming harus mengumpulkan gift dalam jumlah besar, tetapi platform mengambil potongan signifikan sekitar 30 hingga 50 persen dari pendapatan.
  • Nilai hadiah virtual per gift relatif kecil, sekitar Rp250 hingga Rp500, sehingga banyak gift tidak selalu menghasilkan pendapatan substansial bagi kreator.
  • Pendapatan kreator sangat fluktuatif karena dipengaruhi jumlah penonton, interaksi, dan frekuensi gift, sehingga penghasilan setiap sesi sulit diprediksi dan cenderung tidak pasti.

Skema konversi gift dan potongan platform

Seperti dilaporkan Kompas.com, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai kreator harus mengumpulkan gift dalam jumlah besar untuk memperoleh pendapatan yang berarti dari siaran langsung.

Ia mengatakan hadiah virtual yang diberikan penonton masih harus dikonversi menjadi pendapatan, sementara platform digital dapat mengambil potongan sekitar 30 hingga 50 persen, bergantung pada platform yang digunakan. Menurut Dipo, kondisi ini patut dicermati karena hambatan masuk ke aktivitas tersebut relatif rendah, tetapi bagian pendapatan yang terpotong cukup besar.

Dipo menggambarkan nilai satu koin atau hadiah virtual tertentu bisa relatif kecil, misalnya sekitar Rp250 hingga Rp500. Karena itu, banyaknya gift yang diterima kreator belum tentu sebanding dengan uang yang akhirnya masuk ke kantong mereka.

Dampak pada kepastian penghasilan kreator

Besaran pendapatan kreator juga tidak hanya ditentukan oleh jumlah hadiah yang masuk. Variabel lain seperti jumlah penonton, intensitas interaksi selama siaran, serta kesediaan penonton memberikan gift turut memengaruhi hasil akhir yang diterima kreator.

Dengan pola tersebut, kreator tidak bisa memastikan berapa penghasilan yang akan diterima setiap kali melakukan siaran langsung. Pendapatan dapat berubah dari satu sesi ke sesi lainnya, sehingga penghasilan dari live streaming cenderung tidak selalu sebanding dengan ramainya gift yang terlihat.

Gambaran ketidakpastian itu terlihat dari pengalaman Zen, 40 tahun, warga Jakarta Timur yang melakukan siaran langsung karaoke melalui TikTok di kawasan Banjir Kanal Timur, BKT.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penekanan Kemendag terkait legalitas usaha dan kesiapan teknologi UMKM, kami mengulas bahwa kepatuhan administratif dan penguasaan kanal digital dinilai krusial untuk memperluas akses pasar serta membangun kepercayaan konsumen. Kami juga mencatat masih adanya hambatan adopsi teknologi dan legalitas, sehingga pengawasan serta koordinasi dinilai penting untuk menjaga ekosistem perdagangan digital tetap aman dan kompetitif.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.