Pergerakan harga emas batangan Antam kembali menguat pada Sabtu, 17 Oktober 2026, mencerminkan kenaikan pada harga jual dan beli kembali di pasar ritel logam mulia. Harga per gram naik Rp7.000 menjadi Rp2.572.000, sementara harga buyback bertambah Rp12.000 menjadi Rp2.387.000 per gram.
Sorotan
- Harga emas Antam per 17 Oktober naik, dengan 1 gram di Rp2.572.000 dan 1.000 gram mencapai Rp2.512.600.000.
- Kenaikan buyback Antam lebih tinggi dari harga jual, masing-masing naik Rp12.000 dan Rp7.000 per gram dibandingkan sebelumnya.
- Transaksi buyback di atas Rp10.000.000 dikenai Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5 persen, sedangkan pembelian dikenakan PPh 0,25 persen.
Rincian kenaikan harga dan level transaksi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, perubahan harga emas Antam berlaku sejak pukul 06.26. Daftar terbaru menunjukkan harga 0,5 gram berada di Rp1.336.000, 1 gram Rp2.572.000, 2 gram Rp5.084.000, 3 gram Rp7.601.000, dan 5 gram Rp12.635.000.Untuk pecahan yang lebih besar, harga 10 gram tercatat Rp25.215.000, 25 gram Rp62.912.000, 50 gram Rp125.745.000, dan 100 gram Rp251.412.000. Sementara itu, harga 250 gram mencapai Rp628.265.000, 500 gram Rp1.256.320.000, dan 1.000 gram Rp2.512.600.000.
Harga emas batangan Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan yang berlaku pada hari transaksi. Kenaikan kali ini menempatkan buyback naik lebih tinggi dibandingkan harga jual, dengan selisih kenaikan masing-masing Rp12.000 dan Rp7.000 per gram.
Dampak bagi investor ritel dan ketentuan pajak
Kenaikan harga jual dan buyback menjadi acuan penting bagi investor ritel yang merencanakan akumulasi maupun pencairan kepemilikan emas dalam jangka pendek. Perubahan pada harga beli kembali juga dapat memengaruhi perhitungan margin investor, terutama bagi transaksi dengan volume besar.Untuk transaksi buyback di atas Rp10.000.000, berlaku Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung dari total nilai transaksi saat buyback dilaksanakan. Sementara pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum di laman resmi.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang dominasi gadai emas di industri pergadaian, kami mencatat bahwa lonjakan laba sektor hingga Agustus 2026 banyak ditopang oleh kuatnya permintaan pembiayaan dengan jaminan emas. Emas mendominasi portofolio jaminan pelaku utama karena dinilai paling likuid, mudah ditaksir, dan proses pencairannya cepat, sehingga tetap menjadi pilihan saat kebutuhan dana jangka pendek meningkat. Pelaku industri juga menyiapkan penguatan digitalisasi layanan dan produktivitas cabang untuk menjaga pertumbuhan segmen ini hingga akhir tahun.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto