Antrean BBM di sejumlah daerah memicu sorotan atas risiko terhadap aktivitas ekonomi

Antrean BBM di sejumlah daerah memicu sorotan atas risiko terhadap aktivitas ekonomi
Antrean BBM ganggu ekonomi

Gangguan distribusi bahan bakar minyak di sejumlah wilayah Indonesia kini menambah tekanan bagi masyarakat di tengah persoalan asap di beberapa daerah. Sorotan ini menguat setelah antrean panjang muncul di sejumlah provinsi dan dinilai menghambat mobilitas pekerja serta pendapatan harian warga.

Sorotan

  • Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf mendesak DPR RI memantau kelangkaan BBM dan antrean panjang yang menekan aktivitas ekonomi masyarakat sejak pertengahan Oktober 2026.
  • Antrean BBM terjadi di SPBU berbagai daerah termasuk Palu, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Bali, meningkatkan biaya operasional serta mengganggu pendapatan pekerja harian dan layanan masyarakat.
  • PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah 20 juta liter Pertalite ke Bali melalui MT Pangkalan Brandan dan MT Asian Rigel pada 16 Oktober 2026 untuk mempercepat pemulihan distribusi.

Sorotan politik atas kelangkaan dan antrean

Seperti dilaporkan Kompas.com, Presiden Partai Keadilan Sejahtera, PKS, Al Muzzammil Yusuf menyoroti antrean panjang pembelian BBM di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir. Dalam Bimbingan Teknis Nasional PKS di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Senin malam 19 Oktober 2026, ia menyerukan komisi terkait di DPR RI untuk memantau persoalan tersebut dan mencari solusi atas kelangkaan BBM.

Muzzammil menyatakan kondisi itu ironis karena terjadi di negara yang kaya sumber daya energi. Ia juga menyinggung adanya warga yang meninggal saat mengantre BBM, dan menilai hambatan pasokan energi langsung menekan kegiatan ekonomi masyarakat.

Menurut dia, antrean BBM tidak hanya menghabiskan waktu, tetapi juga menunda penghasilan, mengganggu pekerjaan, menaikkan biaya operasional, dan menghambat pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai dampak itu sangat terasa bagi pekerja harian, termasuk pengemudi ojek dan kelompok lain yang bergantung pada kelancaran mobilitas.

Dampak regional dan respons distribusi

Antrean pembelian BBM muncul di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum, SPBU, di berbagai daerah, termasuk di Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa 20 Oktober 2026. Di Jawa Timur, Wakil Gubernur Emil Dardak mengakui adanya antrean BBM di sejumlah titik dalam beberapa hari terakhir, meski tidak semua wilayah mengalami kelangkaan.

Sulawesi Utara juga mengalami antrean serupa. Gubernur Sulut Yulius Selvanus meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak lebih dulu mengisi penuh tangki agar antrean cepat terurai.

Di Bali, antrean sempat terjadi di berbagai kawasan wisata. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah pasokan 20 juta liter Pertalite untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali, dengan tambahan pasokan berasal dari dua kapal yang bersandar pada Jumat 16 Oktober 2026, yaitu MT Pangkalan Brandan yang membawa 16 juta liter ke Integrated Terminal Manggis dan MT Asian Rigel yang membawa 4 juta liter ke Fuel Terminal Sanggaran.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang imbauan tidak menimbun BBM subsidi di Bali, kami mengulas langkah PT Pertamina Patra Niaga yang menekankan penggunaan BBM sesuai kebutuhan di tengah proses normalisasi distribusi. Kami juga menyoroti adanya kanal pelaporan ke Contact Center 135 untuk dugaan penimbunan/penyalahgunaan, serta risiko sanksi pidana yang dapat dikenakan agar penyaluran tetap lancar dan tepat sasaran.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.