Stok beras pemerintah Indonesia capai 4,56 juta ton, perkuat pasokan hadapi risiko El Nino
Cadangan beras pemerintah Indonesia mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, memberi bantalan pasokan pangan nasional menjelang akhir tahun. Posisi stok ini dinilai cukup kuat untuk membantu menjaga stabilitas ketersediaan dan harga beras di tengah risiko kekeringan akibat El Nino dan Indian Ocean Dipole.
Sorotan
- Stok Cadangan Beras Pemerintah Indonesia yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026 untuk mengantisipasi risiko El Nino.
- Cadangan beras naik 17,52 persen dibandingkan Oktober tahun sebelumnya (3,88 juta ton) dan melonjak 202 persen dari Oktober 2023 (1,51 juta ton).
- Pemerintah menilai kenaikan stok memperkuat ruang intervensi pasar guna menjaga stabilitas pangan dan harga jelang akhir tahun saat permintaan meningkat.
Penguatan cadangan dan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem
Seperti dikutip Okezone Economy Indonesia dari keterangan resmi, Kepala Badan Pangan Nasional, yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi sejak dua tahun lalu untuk menghadapi El Nino dengan intensitas sangat kuat, yang disebut sebagai El Nino Godzilla. Ia menyatakan stok cadangan beras pemerintah tetap melimpah dan berada pada level yang aman untuk menjaga pasokan nasional.Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026. Cadangan ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk meredam tekanan pasokan sekaligus menjaga stabilitas pangan ketika pola cuaca berisiko menekan produksi pertanian.
Kenaikan stok dan dampaknya bagi stabilitas pangan
Secara tahunan, volume stok tersebut naik 17,52 persen dari 3,88 juta ton pada Oktober tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Oktober 2023 yang sebesar 1,51 juta ton, level stok pada Oktober 2026 melonjak sekitar 202 persen.Pemerintah menilai kenaikan cadangan itu memperkuat ruang intervensi pasar menjelang akhir tahun, ketika permintaan dan sensitivitas harga pangan biasanya meningkat. Amran menegaskan pemerintah terus menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan peternak sebagai produsen serta masyarakat sebagai konsumen, agar produksi pangan tetap meningkat sementara harga bertahan stabil.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang percepatan program strategis TNI AD, kami menyoroti komitmen KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita untuk mengakselerasi agenda prioritas pemerintah, termasuk ketahanan pangan. Kami juga mencatat dukungan TNI AD di lapangan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, yang beririsan dengan upaya menjaga stabilitas produksi pangan saat kondisi iklim berisiko mengganggu pasokan.
Berita Food Industry Terbaru
- Forex
- Crypto