Harga emas Antam turun ke Rp2.540.000 per gram, buyback melemah pada 23 Oktober
Pergerakan harga emas batangan Antam kembali melemah pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, setelah turun Rp10.000 dari posisi sebelumnya. Penurunan ini juga diikuti koreksi harga buyback ke Rp2.335.000 per gram, di tengah ketentuan pajak yang tetap berlaku untuk transaksi jual kembali dan pembelian.
Sorotan
- Harga emas Antam turun Rp10.000 menjadi Rp2.540.000 per gram pada 23 Oktober 2026, buyback turun ke Rp2.335.000 per gram.
- Transaksi buyback emas Antam di atas Rp10.000.000 dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung dari nilai transaksi.
- Harga dasar emas batangan pecahan 0,5 gram Rp1.320.000, 1 gram Rp2.540.000, dan 2 gram Rp5.020.000, memengaruhi perhitungan pajak pembelian.
Rincian harga dan ketentuan transaksi
Menurut Okezone, mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam turun menjadi Rp2.540.000 per gram dari sebelumnya Rp2.550.000 pada Jumat, 23 Oktober 2026.Harga beli kembali atau buyback ikut turun ke Rp2.335.000 per gram. Harga emas batangan Antam juga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan yang ditampilkan di laman resmi.
Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000, dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Potongan PPh Pasal 22 tersebut dilakukan langsung dari total nilai transaksi saat buyback dijalankan.
Sementara itu, pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum di laman resmi.
Dampak bagi pembeli ritel dan acuan harga pecahan
Penurunan harga ini menjadi acuan bagi pembeli ritel yang memantau waktu masuk pasar, terutama untuk pecahan kecil hingga menengah yang umum diburu investor individu.Daftar harga dasar yang tercantum meliputi emas 0,5 gram sebesar Rp1.320.000, emas 1 gram Rp2.540.000, dan emas 2 gram Rp5.020.000. Perubahan pada harga dasar tersebut juga memengaruhi perhitungan pajak pembelian yang dibebankan kepada konsumen.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kinerja industri pergadaian menjelang akhir 2026, kami menyoroti bahwa pertumbuhan laba sektor ini masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga emas, biaya pendanaan, dan permintaan pembiayaan masyarakat. Kami juga mencatat dominannya gadai emas dalam portofolio jaminan pemain utama, sehingga perubahan harga emas kerap menjadi faktor kunci yang memengaruhi strategi operasional dan profitabilitas mereka.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto