Harga pangan nasional bergerak bervariasi, cabai rawit merah tetap di atas Rp100.000 per kg
Pergerakan harga pangan strategis nasional pada Rabu, 28 Oktober 2026, menunjukkan tekanan harga masih bertahan pada komoditas cabai di tengah penurunan pada sejumlah bahan pokok lain. Cabai rawit merah tercatat Rp100.350 per kg, sementara perubahan harga pada bawang dan beras cenderung lebih terbatas.
Sorotan
- Cabai rawit merah turun 2,81% namun tetap tinggi di Rp100.350 per kg, menandai harga pangan paling mahal 28 Oktober 2026.
- Harga cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing turun 4,09% dan 2,3% menjadi Rp72.750 dan Rp85.100 per kg.
- Harga beras kualitas super I dan II naik tipis 0,28% dan 0,29% ke Rp18.000 dan Rp17.450 per kg, sedangkan kualitas bawah stagnan.
Pergerakan harga pangan pada 28 Oktober 2026
Menurut Okezone, mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga komoditas pangan pada Rabu bergerak bervariasi dengan cabai rawit merah turun 2,81% namun masih berada di level Rp100.350 per kg.Di kelompok cabai, harga cabai merah besar turun 4,09% menjadi Rp72.750 per kg. Cabai merah keriting juga turun 2,3% menjadi Rp85.100 per kg, sedangkan cabai rawit hijau melemah 0,06% menjadi Rp79.700 per kg.
Pada kelompok bawang, harga bawang merah naik 0,13% menjadi Rp37.150 per kg. Sebaliknya, harga bawang putih turun 0,65% menjadi Rp38.300 per kg.
Dampak pada komoditas pokok lainnya
Untuk beras, harga beras kualitas bawah I stagnan di Rp14.950 per kg, sementara beras kualitas bawah II naik 0,34% menjadi Rp14.800 per kg. Harga beras medium I dan medium II masing-masing bertahan di Rp16.650 per kg dan Rp16.450 per kg.Di segmen premium, harga beras kualitas super I naik 0,28% menjadi Rp18.000 per kg, sedangkan beras kualitas super II naik 0,29% menjadi Rp17.450 per kg. Pergerakan ini menunjukkan tekanan harga pangan tidak merata, dengan cabai tetap menjadi komoditas dengan level harga tertinggi dalam data yang dirilis hari itu.
Dalam liputan kami sebelumnya tentang percepatan program ketahanan pangan oleh TNI AD di bawah KSAD baru Jenderal Tandyo Budi Revita, kami menyoroti agenda operasional yang diprioritaskan pemerintah bersama TNI AD, termasuk penguatan ketahanan pangan serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan sekolah rakyat. Kami juga mencatat kesiapan TNI AD mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di area gambut, yang berkaitan dengan upaya menjaga keberlanjutan produksi dan pasokan komoditas di daerah.
Berita Commodities Terbaru
- Forex
- Crypto